BMKG: Gempa Teluk Tolo Banggai Dipicu Sesar Aktif

Kompas.com - 13/04/2019, 13:24 WIB
Peta lokasi gempa bumi susulan yang terjadi di Teluk Tolo yang dilaporkan BMKG Sulawesi Tengah KOMPAS.COM/STASIUN GEOFISIKA PALUPeta lokasi gempa bumi susulan yang terjadi di Teluk Tolo yang dilaporkan BMKG Sulawesi Tengah

GORONTALO, KOMPAS.comGempa bermagnitudo 6,9 di Teluk Tolo, Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Badan Meteoroli Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) yang melakukan analisa ini menduga, struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Peleng yang jalurnya berarah barat daya-timut laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo.  

“Sesar Peleng merupakan sesar aktif yang memiliki laju sesar sebesar 1 milimeter per tahun dan magnitudo maksimum yang mencapai magnitudo 6,9,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, dalam rilisnya Sabtu (13/4/2019).

Baca juga: Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Banggai Kepulauan Tetap Jauhi Laut

Daryono mengatakan, wilayah Kepulauan Banggai berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.

Secara tektonik, di wilayah ini, terdapat beberapa sesar aktif, seperti Sesar Naik Batui, Sesar Balantak, Sesar Ambelang, dan Sesar Peleng.

“Berdasarkan catatan sejarah di Kepualauan Banggai sudah beberapa kali terjadi tsunami. Wilayah ini pernah dilanda tsunami pada 13 Desember 1858. Terjangan tsunami menyebabkan banyak desa-desa di pesisir pantai Kepulauan Banggai mengalami kerusakan yang parah,” kata Daryono.

Pada 29 Juli 1859, lanjut dia, wilayah Kepulauan Pulau Banggai kembali dilanda tsunami yang menerjang dan merusak banyak bangunan rumah yang terletak di wilayah pesisir.

Baca juga: 23 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Magnitudo 6,9 di Banggai Kepulauan

“Terakhir adalah tsunami akibat gempa dengan bermagnitudo 7,5 pada 4 Mei 2000. Gempa ini memicu tsunami yang kemudian melanda Luwuk, Banggai, dan Peleng,” ungkap Daryono.

Tsunami Banggai ini memiliki ketinggian yang diperkirakan mencapai hingga 3-6 meter di Kecamatan Totikum, Kayutanyo, dan Uwedikan, dan melanda sejauh 100 meter dari garis pantai.

Di Dermaga Totikum air surut kurang lebih 200 meter. Kejadian gempa dan tsunami tahun 2000 ini mengakibatkan korban meninggal sebanyak 46 orang dan 264 orang luka-luka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X