Di Banyumas Raya, Ini Peluang Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi

Jokowi dan Prabowo bertemu di Kertanegara 4, Jakarta, Jumat (17/10/2014).KOMPAS.com/ FABIAN JANUARIUS KUWADO Jokowi dan Prabowo bertemu di Kertanegara 4, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Persaingan antara kedua kubu paslon capres cawapres semakin memanas.

Pada pemilu 2019, dua paslon yang bertarung yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Hasil-hasil survei dan pendapat para pengamat pun terbelah, ada yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf, namun ada juga yang menyebutkan kans kemenangan pasangan Prabowo-Sandi besar. 

Bagaimanakah peluang kedua kandidat di wilayah Banyumas Raya yang meliputi wilayah eks karesidenan Banyumas, yakni di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap serta Banjarnegara?


TKD: Faktor kandang banteng dan dukungan nahdliyin mantapkan posisi Jokowi-Ma'ruf

Suara pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin di wilayah Banyumas raya diperkirakan akan semakin perkasa. Selain sebagai kandang banteng, pada pilpres ini pasangan tersebut juga didukung oleh kelompok nahdliyin.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Kabupaten Banyumas dr Budhi Setiawan mengatakan, manargetkan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf di atas 70 persen. Target ini meningkat dibanding perolehan suara pada pilpres 2014 lalu yang mendapat suara hampir 64 persen.

"Kalau melihat kondisi di lapangan posisi Jokowi masih mantap sekali, target kami minimal 70 persen dapat," katanya saat dihubungi, Rabu (10/4/2019)

Target itu lebih rendah dari target Jokowi sebanyak 80 persen untuk Kabupaten Banyumas. Jokowi melihat antusiasme dan militansi pendukungnya di Banyumas luar biasa.

Baca juga: Jokowi:Target Minimal 70 Persen Suara di Jateng

"Perlu diingatkan tahun 2014 Jokowi-JK di Banyumas menang 64 persen, tapi tahun ini di Banyumas kita menang 80 persen, setuju?" kata Jokowi saat kampanye di kompleks GOR Satria Purwokerto, Jateng, Kamis (4/4/2019).

Budhi mengatakan target 80 persen bisa saja diperoleh, namun memerlukan kerja keras dari seluruh partai politik anggota koalisi dan para relawan.

"70 persen realistis, 80 persen juga masih mungkin, kalau 80 persen harus kerja keras sakali, 70 persen saya rasa lebih realistis. Soalnya dulu Jokowi belum berkarya secara nasional pun pencapaian segitu, sekarang masyarakat lebih merasakan kebijakan-kebijakan Pak Jokowi, saya yakin lebih memantapkan lagi. (Suaranya) turun jelas tidak mungkin, kalau naik pasti," kata Budhi.

Selain itu, dukungan dari kelompok nahdliyin, menurut Budhi, juga akan mendongrak suara Jokowi. Suara dari kelompok sarungan ini bulat mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Baca juga: Fakta Kampanye Jokowi, Mandi Hujan Bersama Pendukung hingga Target Menang 80 Persen di Banyumas

"yang jelas besar sekali pengaruhnya, warga Banyumas mayoritas NU, paling tidak 70 persen ada. Sehingga dengan (warga) NU lebih bulat untuk mendukung Jokowi, saya yakin akan mendongkrak suara signifikan. Suara NU relatif tidak terbelah, utuh, ada beberapa saja yang tidak (dukung Jokowi-Ma'ruf). Saya yakin 80 persen lebih warga NU dukung Jokowi," ujar Budhi.

Terkait unsur kedaerahan capres Prabowo yang merupakan keturunan Banyumas, Budhi menilai tidak akan berpengaruh.

"Enggak ada pengaruh, karena orang Banyumas juga tidak merasa Praboeo lebih ke arah Banyumas, jadi nggak ada pengaruhnya. Jokowi lebih njawani menurut saya," kata Budhi.

Peta dukungan pilpres di wilayah Banyumas Raya, menurut Budhi, tidak akan berbeda jauh di Kabupaten Banyumas. Secara keseluruhan, untuk Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap, perolehan suara Jokowi diperkirakan di atas 65 persen.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X