Di Banyumas Raya, Ini Peluang Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi

Kompas.com - 11/04/2019, 21:18 WIB
Jokowi dan Prabowo bertemu di Kertanegara 4, Jakarta, Jumat (17/10/2014). KOMPAS.com/ FABIAN JANUARIUS KUWADOJokowi dan Prabowo bertemu di Kertanegara 4, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Persaingan antara kedua kubu paslon capres cawapres semakin memanas.

Pada pemilu 2019, dua paslon yang bertarung yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Hasil-hasil survei dan pendapat para pengamat pun terbelah, ada yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf, namun ada juga yang menyebutkan kans kemenangan pasangan Prabowo-Sandi besar. 

Bagaimanakah peluang kedua kandidat di wilayah Banyumas Raya yang meliputi wilayah eks karesidenan Banyumas, yakni di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap serta Banjarnegara?

TKD: Faktor kandang banteng dan dukungan nahdliyin mantapkan posisi Jokowi-Ma'ruf

Suara pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin di wilayah Banyumas raya diperkirakan akan semakin perkasa. Selain sebagai kandang banteng, pada pilpres ini pasangan tersebut juga didukung oleh kelompok nahdliyin.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Kabupaten Banyumas dr Budhi Setiawan mengatakan, manargetkan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf di atas 70 persen. Target ini meningkat dibanding perolehan suara pada pilpres 2014 lalu yang mendapat suara hampir 64 persen.

"Kalau melihat kondisi di lapangan posisi Jokowi masih mantap sekali, target kami minimal 70 persen dapat," katanya saat dihubungi, Rabu (10/4/2019)

Target itu lebih rendah dari target Jokowi sebanyak 80 persen untuk Kabupaten Banyumas. Jokowi melihat antusiasme dan militansi pendukungnya di Banyumas luar biasa.

Baca juga: Jokowi:Target Minimal 70 Persen Suara di Jateng

"Perlu diingatkan tahun 2014 Jokowi-JK di Banyumas menang 64 persen, tapi tahun ini di Banyumas kita menang 80 persen, setuju?" kata Jokowi saat kampanye di kompleks GOR Satria Purwokerto, Jateng, Kamis (4/4/2019).

Budhi mengatakan target 80 persen bisa saja diperoleh, namun memerlukan kerja keras dari seluruh partai politik anggota koalisi dan para relawan.

"70 persen realistis, 80 persen juga masih mungkin, kalau 80 persen harus kerja keras sakali, 70 persen saya rasa lebih realistis. Soalnya dulu Jokowi belum berkarya secara nasional pun pencapaian segitu, sekarang masyarakat lebih merasakan kebijakan-kebijakan Pak Jokowi, saya yakin lebih memantapkan lagi. (Suaranya) turun jelas tidak mungkin, kalau naik pasti," kata Budhi.

Selain itu, dukungan dari kelompok nahdliyin, menurut Budhi, juga akan mendongrak suara Jokowi. Suara dari kelompok sarungan ini bulat mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Baca juga: Fakta Kampanye Jokowi, Mandi Hujan Bersama Pendukung hingga Target Menang 80 Persen di Banyumas

"yang jelas besar sekali pengaruhnya, warga Banyumas mayoritas NU, paling tidak 70 persen ada. Sehingga dengan (warga) NU lebih bulat untuk mendukung Jokowi, saya yakin akan mendongkrak suara signifikan. Suara NU relatif tidak terbelah, utuh, ada beberapa saja yang tidak (dukung Jokowi-Ma'ruf). Saya yakin 80 persen lebih warga NU dukung Jokowi," ujar Budhi.

Terkait unsur kedaerahan capres Prabowo yang merupakan keturunan Banyumas, Budhi menilai tidak akan berpengaruh.

"Enggak ada pengaruh, karena orang Banyumas juga tidak merasa Praboeo lebih ke arah Banyumas, jadi nggak ada pengaruhnya. Jokowi lebih njawani menurut saya," kata Budhi.

Peta dukungan pilpres di wilayah Banyumas Raya, menurut Budhi, tidak akan berbeda jauh di Kabupaten Banyumas. Secara keseluruhan, untuk Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap, perolehan suara Jokowi diperkirakan di atas 65 persen.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.