Gubernur Viktor: NTT Tak Boleh Lahirkan Perda Bertentangan dengan Pancasila

Kompas.com - 10/04/2019, 10:21 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, saat diwawancarai sejumlah wartawan di Hotel Sasando Kupang, Jumat (5/4/2019)KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, saat diwawancarai sejumlah wartawan di Hotel Sasando Kupang, Jumat (5/4/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Laiskodat, menyebut, NTT tidak boleh berpikir untuk melahirkan sebuah peraturan daerah (Perda) yang bertentangan dengan Pancasila.

Hal itu disampaikan Viktor, saat berbicara dalam kegiatan dialog antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Lembaga-Lembaga Keagamaan se-Provinsi NTT di Hotel Aston, Selasa (9/4/2019).

Menurut Viktor, sebagai seorang manusia, ia pun serius sekali mendorong bahwa Pancasila adalah ideologi yang sudah final yang harus diperjuangkan sekuat tenaga secara terus-menerus.

"NTT tidak boleh berpikir untuk melahirkan sebuah peraturan daerah yang bertentangan dengan Konstitusi dan Pancasila," tegasnya.

Baca juga: Viktor Laiskodat: Komodo Itu Hanya di NTT, Tak Ada di Tempat Lain

 

Pada kesempatan itu, Viktor pun meminta para tokoh agama untuk senantiasa mengembangkan semangat toleransi dan mengimbau umatnya agar menghayati perbedaan secara rileks.

Kondisi negara yang semakin terbelah akibat politik identitas terutama menjelang hajatan demokrasi terbesar sepanjang sejarah yakni pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) secara serentak harus disikapi secara serius dan kritis.

“Membangun sebuah bangsa harus didasarkan pada kondisi untuk menerima perbedaan sebagai bentuk yang sangat rileks. Kecenderungan yang terjadi sekarang, kita berbeda tetapi kaku sekali," ujar Viktor.

"Sampai kita tidak dapat bangun hubungan secara baik. Dan menurut saya, itu ciri bangsa yang tidak akan maju. Satu-satunya keajaiban kita (yang tidak ada di bangsa lainnya di dunia) adalah menjadi bangsa dengan banyak perbedaan,” ujar mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu.

Baca juga: Mantan Gubernur Frans Lebu Ajak Warga NTT Pilih Jokowi

Menurut dia, di tengah situasi politik yang semakin memanas, para pemimpin termasuk pemimpin agama diharapkan tetap berdiri kokoh di atas semangat kebangsaan yang berdasarkan Pancasila, NKRI ,UUD 1945 dan semangat kebhinekaan. 

"Pilihan beda adalah sesuatu yang sangat wajar, namun semangat toleransi harus dikembangkan. Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera hanya akan terwujud jika NKRI tetap berdiri kokoh," katanya. 

"Tidak boleh ada sikap saling mencurigai. Harus kembangkan sikap toleransi."



Terkini Lainnya


Close Ads X