Saksi Tak Datang, Sidang Gembong Narkoba WN Perancis Dorfin Felix Ditunda

Kompas.com - 01/04/2019, 23:50 WIB
Mataram, Kompas.Com- Sidang Dorfin Felix, Senin (1/4) ditunda karena saksi ahli batal datang KOMPAS.com/FITRI RMataram, Kompas.Com- Sidang Dorfin Felix, Senin (1/4) ditunda karena saksi ahli batal datang

MATARAM, KOMPAS.com- Sidang kasus kepemilikan narkotika jenis sabu, dengan terdakwa Dorfin Felix, Senin (1/4/2019) ditunda hingga Senin pekan depan (8/1/2019). 

Kuasa hukum Dorfin Denny Nur Indra mengatakan, sidang ditunda sampai Senin mendatang, karena saksi ahli dari tim Laboratorium Forensik (Labfor) Denpasar Bali tidak datang karena ada kesibukan.

"Kedatangan saksi ahli kali ini untuk memberi penyataan apa kandungan yang ada dalam barang bukti yang disita dari Dorfin Felix," kata Denny.

Baca juga: Gembong Narkoba Dorfin Felix Minta Didampingi Penerjemah Bahasa Prancis di Sidang

Menurut dia, sejauh ini kondisi Dorfin cukup stabil hanya saja dia mengeluhkan soal makanan di Lombok yang terlalu pedas. 

"Dia mengeluh makanannya terlalu pedas sehingga sering tidak habis makanannya, tapi dia tidak mengalami sakit dicbagian perut atau lambung karena itu. Biasalah, biasa makan yang tidak pedas, di sini malah makan yang pedas," kata Denny.

Senin siang, Dorfin memang nampak sedikit murung. Jambangnya tak lagi dirapikannya, dibiarkan tumbuh lebat.

Saat menerima nasi bungkus dari petugas, Dorfin nampak tak bersemangat, dan tidak nyaman difoto saat menerima nasi bungkus.

Saat turun dari mobil tahanan, wajahnya terlihat murung. Dia bahkan ditempatkan sendirian dalam sel tahanan Pengadilan Negeri Mataram.

"Dia tidak terlalu nafsu makan, sering tidak habis, tapi dia baik baik saja kok, meski belum ada tuh keluarganya yang menghubungi dia," terang Denny.

Denny juga mengatakan akan menghubungi Kedutaan Perancis di Jakarta untuk membicarakan hak hak Dorfin selama menjadi tahanan di Indonesia.

Baca juga: Didakwa Pasal Berlapis, WN Prancis Gembong Narkoba Dorfin Felix Terancam Hukuman Mati

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

100 Hektare Hutan Lindung Ilinmedo Terbakar

100 Hektare Hutan Lindung Ilinmedo Terbakar

Regional
Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Regional
Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Regional
Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Regional
Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Regional
'Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh'

"Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh"

Regional
R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

Regional
Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Regional
Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Regional
Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram 'Pemberian' SBY untuk Modal Usaha

Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram "Pemberian" SBY untuk Modal Usaha

Regional
Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Regional
Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X