Gembong Narkoba Dorfin Felix Minta Didampingi Penerjemah Bahasa Prancis di Sidang

Kompas.com - 04/03/2019, 23:59 WIB
Mataram, Kompas.Com Sidang pertama Dorfin Felix (35) WNA asal Francis, terdakwa kasus kepemilikan narkotika, berlangsung di Pengadilan Negeri Mataram, Senin siang (4/3) KOMPAS.com/Fitri RMataram, Kompas.Com Sidang pertama Dorfin Felix (35) WNA asal Francis, terdakwa kasus kepemilikan narkotika, berlangsung di Pengadilan Negeri Mataram, Senin siang (4/3)


MATARAM, KOMPAS.com - Sidang terhadap WNA asal Francis, Dorfin Felix (35), terdawa kasus kepemilikan narkotika, kembali digelar, Senin (4/3/2019), setelah 2 pekan lalu batal dilakukan karena tak ada penerjemah yang mendampinginya.

Dalam persidangan kali ini, Dorfin didampingi pengacara barunya, Prayudi, dan mengikuti sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ginung Pratidina.

Dalam dakwaan itu, Dorfin dinyatakan bersalah telah membawa narkotika dari luar negeri menuju Indonesia melalui Bandara Internasional Lombok, Praya Lombok Tengah. Terungkap juga bahwa hasil tes urine, Dorfin dinyatakan negatif atau tidak memakai narkotika.

Baca juga: Didakwa Pasal Berlapis, WN Prancis Gembong Narkoba Dorfin Felix Terancam Hukuman Mati

Atas dakwaan yang dibacakan itu, dihadapan majelis hakim, masing-masing hakim ketua, Isnurul Syamsul Arif, hakim anggota Didik Jatmiko dan Ranto Indra Karta, Dorfin meminta agar didampingi penerjemah bahasa Prancis, bukan bahasa Inggris.

Karena, ia sempat kecewa dengan penerjemah bahasa sebelumnya saat penyidikan, yang dinilai salah menerjemahkan apa yang diucapkannya.

Atas permintaan Dorfin, Ketua Majelis Hakim menanyakan kesanggupan JPU untuk mengadirkan penerjemah yang diinginkan terdakwa, karena hal itu merupakan hak terdakwa.

"Coba diusahakan agar penerjemah bahasa Prancis dihadirkan, kalau bisa dari bahasa Inggris ke Prancis, untuk memenuhi hak terdakwa ya," kata Isnurul, dan langsung menutup sidang setelah menentukan jadwal sidang berikutnya, Senin (11/3/2019) pekan depan.

Sidang berikutnya dengan agenda pembacaan eksepsi terdakwa.

Prayudi, kuasa hukum terdakwa mengatakan, dirinya akan mempelajari kasus Dorfin lebih detail karena dia baru ditunjuk Dorfin mendampinginya.

Dia menyebut, penerjemah yang diharapkan Dorfin adalah hal wajar karena tidak ingin apa yang disampaikannya salah diterjemahkan. "Saya akan pelajari kasusnya, baru saya dampingi dia," kata Prayudi.

JPU Ginung Pratidina mengatakan, Dorfin meminta dihadirkan penerjemah bahasa Prancis karena ingin pernyataannya diterjemahkan sesuai.

Baca juga: Tak Ada Penerjemah, Sidang Pertama Dorfin Felix Ditunda

 

"Dia minta penerjemah bahasa Prancis, karena pengalaman sebelumnya Dorfin menganggap penerjemah kurang bagus. Sehingga, banyak perkataannya yang tidak sesuai disampaikan pada pihak JPU, dia ingin penermah yang memahami bahasa Prancis," ujar dia.

Dorfin, kata Ginung, didakwa dengan Pasal 112 Ayat 2, karena menguasai narkotika, Pasal 113 di mana terdakwa membawa narkotika dari luar negeri ke Indonesia, dan Pasal 114 selaku pengedar atau selaku kurir narkotika.

"Ancaman hukumannya di atas 5 tahun, maksimum 20 tahun penjara, seumur hidup dan hukuman mati," kata Ginung.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

Regional
Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Regional
Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Regional
Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Regional
Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Regional
Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Regional
Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Regional
Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Regional
2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

Regional
Iseng 'Booking' Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Iseng "Booking" Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Regional
Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Regional
3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X