Gubernur NTT: Yang Dibutuhkan Itu Komodo yang Liar, Bukan Jinak

Kompas.com - 29/03/2019, 13:21 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, saat bertemu dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Kamis (24/1/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREWakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, saat bertemu dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Kamis (24/1/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, menanggapi secara datar terkait kasus penangkapan jaringan perdagangan satwa liar di Jawa Timur, yang menyelundupkan 41 ekor komodo ke luar negeri.

Menurut Viktor, kasus itu sudah menjadi kewenangan polisi untuk diselesaikan hingga tuntas.

Viktor bahkan menyebut tidak ada masalah jika satwa komodo telah berada di luar Taman Nasional Komodo.

"Tapi yang dibutuhkan itu komodo yang liar bukan yang jinak. Kalau komodo jinak itu jadinya lucu. Justru kalau kokodo hidup di alam liar itu, tentu mempunyai nilai yang lebih tinggi,"ucap Viktor kepada sejumlah wartawan di Kupang, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Polda NTT Akan Telusuri Asal Komodo yang Diselundupkan ke Luar Negeri

Viktor mengatakan, jika komodo hidup di habitat aslinya di Taman Nasional Komodo, akan menjadi lebih baik karena bisa hidup bebas.

Karena itu kata Viktor, Taman Nasional Komodo harus dikelola penuh oleh pemerintah Provinsi NTT.

Bagi Indonesia lanjut Viktor, kekayaan alam seperti Taman Nasional Komodo ini banyak sekali. Tapi bagi NTT itu menjadi satu-satunya.

Sehingga jika pengelolaan itu diberikan kepada NTT, maka itu akan diurus secara serius.

Baca juga: Gubernur Viktor Desak Pemerintah Pusat Limpahkan Pengelolaan TN Komodo ke NTT

"Kenapa saya sebagai gubernur minta agar diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah provinsi, karena itulah harta satu-satunya,"tegasnya.

"Kami harapkan dengan kejadian seperti ini pemerintah pusat akan melimpahkan kewenangan pengelolaan kepada pemerintah provinsi agar kami bisa menjalankan dengan baik,"ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengungkap jaringan perdagangan satwa liar yang menyelundupkan 41 ekor komodo ke luar negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X