Suami Korban Pembunuhan Sadis oleh Dosen UNM: Saya Tidak Akan Lupa...

Kompas.com - 27/03/2019, 22:17 WIB
WJ (pakai masker) tertunduk saat dibawa ke klinik kejiwaan Rumah Sakit Bhayangkara Makassar oleh penyidik Polres Gowa, Selasa (26/3/2019). KOMPAS.com /HIMAWAN WJ (pakai masker) tertunduk saat dibawa ke klinik kejiwaan Rumah Sakit Bhayangkara Makassar oleh penyidik Polres Gowa, Selasa (26/3/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com — Sukri (43), suami Siti Sulaeha (40), korban pembunuhan sadis yang dilakukan oknum dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) bernama WJ (44), selesai menjalani pemeriksanaan di Polres Gowa pada Rabu (27/3/2019) malam. 

Sukri memberikan pernyataan seputar pemeriksaannya beserta ketiga anaknya yang masih kecil atas pembunuhan Sulaeha (sebelumnya ditulis Zulaeha). 

“Saya dan anak-anak saya tidak akan saya lupakan seumur hidup. Seandainya bisa, ingin saya membalas, saya pasti akan membunuh juga tersangka. Tapi perbuatan itu tidak akan saya lakukan,” kata Sukri, Rabu. 

Sukri mengungkapkan, dirinya telah diperiksa sebagai saksi dan ada sekitar 15 pertanyaan yang dilontarkan penyidik terkait pembunuhan sadis terhadap istrinya.

Baca juga: Suami Staf Kampus Ungkap Istrinya Curhat Dosen UNM Tak Puas Keuntungan Proyek

“Selama 14 tahun menikah, istri saya itu teguh pada pendirian, termasuk siapa pun akan dia lawan jika tidak sesuai dengan prinsipnya itu," kata Sukri. 

Dia juga menyatakan hubungan dengan istrinya baik-baik saja walaupun berbeda wilayah kerja. Setiap Jumat sore Sukri ke Kota Makassar dan Senin subuh baru kembali ke Kabupaten Barru untuk bertugas kembali.

"Selama ini, hubungan keluarga saya dengan istri harmonis dan tidak ada pertengkaran keras termasuk konflik. Dari segi materi, kami keluarga berkecukupan dan mampu mencukupi semua kebutuhan ketiga anak,” tuturnya.

Baca juga: 5 Fakta Oknum Dosen UNM Bunuh Staf Kampus, Dinyatakan Waras hingga Rusak Ponsel Korban

WJ sudah dianggap saudara oleh Sulaeha

Sukri mengungkapkan, hubungan dirinya dan istrinya beserta tersangka akrab bagaikan saudara. Menurut dia, istrinya dan tersangka merupakan teman sekampung dari Kabupaten Sinjai. Mereka juga teman sekantor hingga bertetangga. 

“Apa yang saya makan di rumah, tersangka juga biasa makan. Bagaimanalah kalau satu kampung di Sinjai, teman kantor dan tetangga lagi, seperti saudara dan tidak ada bataslah," katanya. 

"Saya meyakini, hal-hal kecil bisa membuat tersangka membunuh istriku. Tidak mungkinlah hanya emosi sesaat yang membuat tersangka membunuh istri saya. Pasti adalah motif di balik pembunuhan sadis ini,” katanya.

Dia yakin pembunuhan istrinya direncanakan dengan matang oleh tersangka. Dia pun berharap dan percaya polisi bekerja profesional bisa mengungkap motif pembunuhan istrinya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Regional
Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Regional
Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

Regional
Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Regional
4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

Regional
5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

Regional
TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

Regional
Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Regional
Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Regional
Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Regional
Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Regional
Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Regional
WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

Regional
Video Ibu Gantung Anak dengan Kaki di Atas Viral, Polisi Turun Tangan

Video Ibu Gantung Anak dengan Kaki di Atas Viral, Polisi Turun Tangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X