Suami Staf Kampus Ungkap Istrinya Curhat Dosen UNM Tak Puas Keuntungan Proyek

Kompas.com - 27/03/2019, 19:52 WIB
WJ (pakai masker) tertunduk saat dibawa ke klinik kejiwaan Rumah Sakit Bhayangkara Makassar oleh penyidik Polres Gowa, Selasa (26/3/2019). KOMPAS.com /HIMAWAN WJ (pakai masker) tertunduk saat dibawa ke klinik kejiwaan Rumah Sakit Bhayangkara Makassar oleh penyidik Polres Gowa, Selasa (26/3/2019).



MAKASSAR, KOMPAS.com – Sukri (43), suami staf Universitas Negeri Makassar ( UNM), Siti Sulaeha Djafar (40) dalam pemeriksaan di Polres Gowa mengungkapkan, istrinya pernah curhat ketidakpuasan oknum dosen UNM, WJ (44) atas keuntungan proyek di kampus yang diperolehnya.

“Hari ini kami sudah melakukan pemeriksaan suami korban Siti Sulaeha Djafar, Sukri untuk dimintai keterangannya. Dari pemeriksaan itu, Sukri mengungkapkan bahwa istrinya pernah curhat soal ketidakpuasan dengan keuntungan yang diterima tersangka Wahyu dalam proyek pengadaan barang di kampus UNM,” ungkap Humas Polres Gowa AKP M Tambunan, Rabu (27/3/2019).

Tambunan mengatakan, dari keterangan Sukri tidak ada perubahan pada sikap istrinya.

Baca juga: 5 Fakta Oknum Dosen UNM Bunuh Staf Kampus, Dinyatakan Waras hingga Rusak Ponsel Korban


Menurut Sukri, istrinya dan tersangka masuk dalam kepanitiaan kegiatan proyek di kampus UNM untuk sertifikasi guru-guru SMA.

“Jadi keterangan Sukri, istrinya pernah curhat lah soal tersangka marah dan tidak puas dengan keuntungan yang didapatkannya. Orang tua dan saudara-saudara korban juga sudah dimintai keterangannya dan mereka juga tidak mengenal tersangka,” tandasnya. 

Sebelumnya telah diberitakan, korban Sitti Sulaeha Djafar, staf Badan Administrasi dan Umum (BAU) Universitas Negeri Makassar (UNM) ditemukan tewas dengan kondisi tercekik di kursi depan sebelah kiri dalam mobilnya, Jumat (22/3/2019).

Pada tubuh korban Sulaeha yang diketahui merupakan istri Kepala Cabang Dinas Kehutanan Barru, Sukri ini, terdapat tanda-tanda kekerasan di wajah hingga polisi menyimpulkan kasus tersebut adalah kasus pembunuhan.

Polda Sulsel akhirnya berhasil mengungkap pelakunya yang merupakan seorang dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM).

WJ yang berprofesi sebagai dosen di UNM ini diamankan karena penyelidikan polisi mengerucut.

WJ pun dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk menjalani interogasi dan pemeriksaan.

WJ diketahui berstatus PNS di UNM sebagai dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Selain itu, dia juga menjabat sebagai Kepala UPT KKN UNM. WJ diketahui juga sudah berkeluarga dan istrinya kini berdiam di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Tersangka WJ dan korban Sulaeha bertetangga di Perumahan Sabrina Regency, Jalan Manggarupi, Kelurahan Paccinnongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Kompas TV Kelompok militan etnis melakukan pembantaian pada warga sebuah desa di pusat Mali. Sedikitnya 130 muslim, termasuk perempuan hamil dan anak-anak, tewas akibat serangan. Dalam video menunjukkan sisa pembantaian, yakni rumah-rumah yang hancur dan hangus terbakar. Pembunuhan massal ini merupakan perang antara kelompok etnis. Korban pembantaian adalah etnis peulh. Sementara, militan etnis kelompok Dogon yang kerap melakukan serangan dalam beberapa tahun terakhir diduga sebagai pelaku. Meningkatnya kelompok ekstremis di Mali telah memicu ketegangan antara kelompok Dogon dan Peulh. #Pembantaian #MilitanEtnis #Mali


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X