Banjir Madiun, Siswa SMK Terjebak hingga Muncul Sindiran "Tol Laut" Jokowi

Kompas.com - 09/03/2019, 16:51 WIB
Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). Luapan Sungai Madiun serta beberapa anak sungainya mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun terendam banjir, dan jalan tol yang terendam tersebut hanya difungsikan satu ruas dengan sistem buka tutup. ANTARA FOTO/SISWOWIDODOSusasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). Luapan Sungai Madiun serta beberapa anak sungainya mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun terendam banjir, dan jalan tol yang terendam tersebut hanya difungsikan satu ruas dengan sistem buka tutup.

KOMPAS.com - Bencana banjir bandang di Madiun, Jawa Timur, membuat sejumlah ruas jalan tol terendam.

Sejumlah pihak menuding tol Ngawi-Kertosono sebagai penyebab banjir.

Bahkan, politisi Partai Gerindra Nizar Zahro menyindir Tol Ngawi-Kertosono sebagai proyek tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo

Sementara itu, Direktur Pengembangan PT Jasa Marga Adrian Priohutomo membantah hal tersebut.

Menurutnya, pembangunan tol dari Ngawi hingga Kertosono tersebut telah dipikirkan dampak dan antisipasinya.

Banjir disebabkan luapan Sungai Jerowan dan jebolnya sejumlah tanggul.

Banjir Madiun sempat mengepung 43 siswa di SMK Terpadu Wisma Wisnu, Desa Jerukgulung, Madiun, yang sedang mengikuti ujian.

Berikut ini fakta di balik bencana banjir di Madiun:

1. Sebanyak 43 siswa SMK sempat terkepung banjir

Suasana banjir banjir di Desa Purworejo, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun,  Jawa Timur, Rabu (6/3/2019). Sejumlah anak Sungai Madiun meluap dan merendam sejumlah desa di wilayah tersebut, sehingga ratusan warga yang terjebak banjir harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.ANTARA FOTO/SISWOWIDODO Suasana banjir banjir di Desa Purworejo, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (6/3/2019). Sejumlah anak Sungai Madiun meluap dan merendam sejumlah desa di wilayah tersebut, sehingga ratusan warga yang terjebak banjir harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Para siswa dan guru di SMK Terpadu Wisma Wisnu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tak menyangka banjir bandang akan mengepung sekolah mereka.

Saat datang ke sekolah di pagi hari, mereka tidak melihat ada banjir. Para siswa lalu melanjutkan dengan mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X