Fakta Bencana Karhutla di Riau, Persediaan Air Menipis hingga 27 Titik Panas di Meranti

Kompas.com - 06/03/2019, 14:27 WIB
Sejumlah personel pemadam kebakaran dari PT Sumatera Riang Lestari melakukan proses pemadaman kebakaran hutan yang berbatasan dengan konsesi perusahaan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (27/2/2019). Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rupat sudah berlangsung sebulan sejak mulai membara pada 28 Januari 2019, dan tim pemadam gabungan dari Satgas Darurat Karhutla Riau dibantu perusahaan kini mulai bisa mengendalikan kebakaran di daerah tersebut. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ama. ANTARA FOTO/FB AnggoroSejumlah personel pemadam kebakaran dari PT Sumatera Riang Lestari melakukan proses pemadaman kebakaran hutan yang berbatasan dengan konsesi perusahaan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (27/2/2019). Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rupat sudah berlangsung sebulan sejak mulai membara pada 28 Januari 2019, dan tim pemadam gabungan dari Satgas Darurat Karhutla Riau dibantu perusahaan kini mulai bisa mengendalikan kebakaran di daerah tersebut. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ama.

Dia menyebutkan, upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan oleh petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Manggala Agni, BPBD, perusahaan dan masyarakat peduli api (MPA).

"Dari jajaran Polres Meranti kita kerahkan 6 regu. Masing-masing regu 11 orang. Jadi kondisi sekarang sedang pendinginan," tutup La Ode.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Meranti Edy Afrizal, menjelaskan, pada Minggu (3/3/2019), pendinginan api di dalam gambut dilakukan di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Desa Sokop, Kecamatan Rangsang Pesisir.

Baca Juga: Pemadaman Titik Api Karhutla di Kepulauan Meranti Riau Masih Dilakukan

3. Lokasi kebakaran di lahan gambut sedalam 3 meter lebih

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Meranti Edy Afrizal, menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan kebun sagu dan lahan kosong semak belukar milik masyarakat. 

"Lokasi kebakaran tanah gambut, kedalamannya satu hingga tiga meter. Luas lahan yang terbakar belum dihitung," kata Edy.

Upaya pemadaman dan pendinginan, kata dia, dilakukan tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, PT SRL (Sumatera Riang Lestari), Manggala Agni dan masyarakat. Jumlahnya sekitar 200 orang.

Baca Juga: Hari Kedelapan, Pendinginan Dilakukan di Lokasi Karhutla di Meranti 

4. Persediaan air menipis menjadi kendala petugas

Upaya pemadaman karhutla di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (23/2/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNG Upaya pemadaman karhutla di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (23/2/2019).

Petugas gabungan sempat kewalahan untuk memadamkan karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti, karena sumber air terbatas.

Untuk mendapatkan sumber air, petugas terpaksa membuat embung darurat dengan tangan kosong.

"Sumber air terbatas. Sehingga kami terpaksa membuat embung dengan menggali tanah gambut dengan cara manual," kata Edy Afrizal, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Selasa (5/3/2019).

Edy mengatakan, kebakaran lahan gambut cukup parah terjadi beberapa hari lalu, yang membakar kebun sagu warga dan semak belukar. Saat itu, pemadaman api sulit dilakukan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X