Fakta Kasus Dugaan Pemerkosaan Bidan Y: Alat Bukti Tidak Ada hingga Buruh Batu Dipaksa Mengaku Jadi Pelaku

Kompas.com - 25/02/2019, 08:00 WIB
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan terkait seorang bidan di Kabupaten Ogan Ilir yang mengaku menjadi korban pemerkosaan, Jumat (22/2/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan terkait seorang bidan di Kabupaten Ogan Ilir yang mengaku menjadi korban pemerkosaan, Jumat (22/2/2019).

Krisna pun berujar jika kelompok pria tersebut sempat mengeluarkan tembakan sebanyak tiga kali untuk membawa Haris.

Karena kebingungan, Krisna langsung menanyakan apa yang menimpa rekannya tersebut.

"Saya tanya mau dibawa ke mana Haris. Dibilang, ke Polda. Saya bingung, padahal kami baru pulang ngangkut batu di Kayuagung. Haris juga waktu beli rokok pakai motor saya," ujarnya.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Pemerkosaan Bidan Y, Diduga Pelaku 5 Orang hingga Korban Alami Trauma

 

Pelaku diduga oknum polisi

 

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain Adinaegara menduga, aksi penculikan dan penganiayaan terhadap Haris dilakukan oleh oknum polisi. Namun, saat ini ia belum mengetahui oknum tersebut dari satuan mana.

"Saya berpendapat ini oknum polisi. Tidak mungkin preman nangkap orang, kecuali preman itu keluarga korban, bisa jadi mungkin dongkol," kata Zulkarnain saat memberikan keterangan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (24/2/2019).

Zulkarnain mengatakan, Haris yang menjadi korban tidak mengetahui siapa oknum polisi tersebut, terlebihnya ditutup ketika ditangkap.

"Dia (korban) tidak bisa menjelaskan siapa orang tersebut dari satuan mana. Keterangannya Polda, tapi tidak tahu satuan mana. Itu aibnya saya, tanggung jawab saya," ujarnya.

"Pak polisi tidak boleh mengungkap kasus seperti itu, harus didukung hasil labfor, penyelidikan. Kalau dia korban, kami buktikan secara ilmaiah. Untuk kasus pemerkosaan apalagi, tidak mungkin orang diperkosa tanpa alat bukti," ujar Zulkarnain.

Baca juga: Jika Terbukti Buat Laporan Palsu, Bidan yang Mengaku Diperkosa Akan Dimaafkan

 

Propam selidiki pelaku penculik Haris

Petugas Inafis Polres Ogan Ilir melakukan upaya pencarian sidik jari pelaku perampokan dan pemerkosaan seorang bidan desa di Ogan IIir Selasa (19/2/2019) dini hari kemarinKOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA Petugas Inafis Polres Ogan Ilir melakukan upaya pencarian sidik jari pelaku perampokan dan pemerkosaan seorang bidan desa di Ogan IIir Selasa (19/2/2019) dini hari kemarin
Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Selatan kini ikut menyelidiki kasus dugaan salah tangkap yang menimpa Haris.

Zulkarnain menuturkan, korban tidak mengetahui identitas oknum polisi tersebut lantaran wajahnya ditutup saat diinterogasi di mobil.

"Dalam pemeriksaan itu dia (korban) dipaksa untuk mengakui dia memerkosa. Apa dasarnya oleh yang bersangkutan (pelaku) itu tidak jelas. Korban hanya diambil oleh sekelompok orang, dipaksa untuk mengakui dia yang memerkosa," ujarnya.

Baca juga: Propam Polda Sumsel Selidiki Dugaan Polisi Salah Tangkap Pemerkosa Bidan 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X