1.200 Personel Dilibatkan Buru Pelaku Pembakaran Kendaraan di Jawa Tengah

Kompas.com - 07/02/2019, 22:57 WIB
Misteri Pembakaran Kendaraan Di Jawa Tengah KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoMisteri Pembakaran Kendaraan Di Jawa Tengah


SEMARANG, KOMPAS.com - Lebih dari 1.200 personel kepolisian kini ditugaskan untuk memburu pelaku teror pembakaran kendaraan baik mobil dan motor di wilayah Jawa Tengah.

Jumlah personel yang dilibatkan bertambah, terutama kiriman personel dari Polri.

"Ada sekitar 1.200 lebih untuk perkuatan," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, saat konferensi pers, di rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, di Semarang, Kamis (7/2/2019) malam.

Baca juga: INFOGRAFIK: Misteri Pembakaran Kendaraan di Sekitar Semarang

Condro mengatakan, kekuatan pengamanan tersebut merupakan dua per tiga dari total pasukan. Mereka saat ini diterjunkan di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Wilayah Semarang dibantu dengan 750 personel, lalu Kendal diperkuat dengan 320 personel. Sementara, di Grobogan, yang baru terjadi kasus pembakaran, juga sedang dihitung jumlah personel yang diperbantukan.

"Backup Polri bergabung dengan personel Polda dan Polres. Tim bekeja keras dan maksimal, semoga pelaku cepat tertangkap," tambah dia.

Jumlah personel sebanyak itu, sambung jenderal bintang dua ini, aktif bekerja di waktu malam hingga dini hari. Mereka berjaga mulai pukul 24.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

"Posisi sekarang dibalik, dua per tiga personel pengamanan biasanya siang, ini dibalik malam hari. Kalau mau lihat kegiatan anggota, lihat di titik perbatasan. Babinsa dan babinkantibmas juga memberi pendampingan ke warga agar tidak meninggalkan ronda sebelum jam 5 pagi," tambahnya.

Baca juga: 5 Fakta Teror Pembakaran Kendaraan di Semarang, Pelaku Diduga Sudah Terlatih hingga Tak Ada Kaitan Politik

Di lokasi yang sama, Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayjen Mochamad Effendi menyatakan, TNI siap untuk membantu kepolisian untuk mengamankan wilayah. Di kelurahan atau desa, jumlah tentara pembina desa ditambah.

"Jumlah Babinsa ditambah agar masyarakat semakin tenang dan menghindari aksi serupa," ujar dia.

Sejauh ini, teror pembakaran terjadi di empat daerah dengan 27 kejadian. Rinciannya yaitu 17 kasus di Kota Semarang, 8 kasus di Kendal, 1 kasus di Ungaran, dan 1 kasus di Grobogan.

Hingga Kamis malam, belum ada pelaku teror pembakaran yang ditangkap.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Misi Paslon Jaya-Wira dan Amerta soal Membangkitkan Ekonomi Kota Denpasar Saat Covid-19

Ini Misi Paslon Jaya-Wira dan Amerta soal Membangkitkan Ekonomi Kota Denpasar Saat Covid-19

Regional
Debat Pilkada Denpasar, Ini Misi Kedua Paslon soal Penanganan Covid-19

Debat Pilkada Denpasar, Ini Misi Kedua Paslon soal Penanganan Covid-19

Regional
Tawuran Antar Simpatisan Paslon di Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap

Tawuran Antar Simpatisan Paslon di Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap

Regional
Peringatan dan Pesan Ridwan Kamil ke Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK

Peringatan dan Pesan Ridwan Kamil ke Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK

Regional
Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Pelaku Diduga Kelompok MIT, 150 KK Diungsikan

Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Pelaku Diduga Kelompok MIT, 150 KK Diungsikan

Regional
Ada yang Nekat Mendaki Gunung Merapi, BPPTKG: Tidak Dibenarkan karena Membahayakan Diri

Ada yang Nekat Mendaki Gunung Merapi, BPPTKG: Tidak Dibenarkan karena Membahayakan Diri

Regional
Viral Video Kondisi Kawah Merapi Saat Berstatus Level 3, Pemilik Akun: Bahaya Merapi Nyata

Viral Video Kondisi Kawah Merapi Saat Berstatus Level 3, Pemilik Akun: Bahaya Merapi Nyata

Regional
4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X