7 Fakta Pembakaran Kendaraan di Jateng, Incar Mobil di Garasi hingga Dugaan Pelaku

Kompas.com - 06/02/2019, 19:17 WIB
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono. KOMPAS.Com/SLAMET PRIYATIN KOMPAS.com/SLAMET PRIYATINKapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono. KOMPAS.Com/SLAMET PRIYATIN
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

3. Polisi kumpulkan barang bukti

Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono mengatakan bahwa pihaknya masih terus berusaha mengumpulkan barang bukti untuk penyelidikan.

Selain itu, untuk mengantisipasi aksi teror ini, Polda Jawa Tengah membantu pengamanan di wilayah Kota Besar Semarang dengan menerjunkan 450 personel.

Pemerintah Kota Semarang juga mengadakan sistem keamanan lingkungan guna menjaga wilayah masing-masing.

Teror pembakaran sejumlah kendaraan diduga bukan karena latar belakang ekonomi, dendam pribadi, melainkan bertujuan untuk membuat masyarakat merasa takut.

Bahkan, guna meminimalisir kasus pembakaran monil, Condro meminta kepada TNI dan Polri yang bertugas di sejumlah desa sebagai Bhabinkamtibnas dan Babinsa untuk tidur di balai desa setempat. 

Pihak kepolisian meminta masyarakat apabila menemukan gelagat mencurigakan seseorang dapat melapor ke kantor kepolisian terdekat.

Baca juga: Pembakar Mobil dan Motor di Semarang Masih Berkeliaran, Polisi Terkendala Hal Ini

4. Mobil di garasi turut menjadi sasaran

Ilustrasi mobil terbakarfunnyordie.com Ilustrasi mobil terbakar
Pembakaran mobil tak hanya dilakukan pada kendaraan yang terparkir di pinggir jalan atau depan rumah.

Dilansir dari Tribunnews, mobil milik warga Semarang yang terparkir di dalam garasi pun tak lepas dari aksi teror pembakaran ini.

Padahal, pagar rumah korban juga berada dalam keadaan tertutup.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Regional
'Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin'

"Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X