Aktivitas Gunung Karangetang Meningkat, Guguran Lava Meluncur ke Kali Batuare, Sumpihi dan Kiawang - Kompas.com

Aktivitas Gunung Karangetang Meningkat, Guguran Lava Meluncur ke Kali Batuare, Sumpihi dan Kiawang

Kompas.com - 13/01/2019, 08:37 WIB
Kepulan asap dari kawah Gunung Karangetang, dari sisi Utara, Kecamatan Siau Barat Utara pada Desember 2018 lalu.KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY Kepulan asap dari kawah Gunung Karangetang, dari sisi Utara, Kecamatan Siau Barat Utara pada Desember 2018 lalu.

MANADO, KOMPAS.com - Aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro ( Sitaro), Sulawesi Utara, mengalami peningkatan pada Minggu (13/01/2019) pukul 00.00-06.00 WITA.

Peningkatan aktivitas berupa erupsi yang disertai asap dari kawah, gas, gemuruh, dan guguran lava meluncur ke Kali Batuare lebih kurang 1.000-2.000 meter, sedangkan ke Kali Sumpihi dan Kiawang hanya sesekali terjadi lebih kurang 700-1.000 meter.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang Yudia Prama Tatipang mengatakan, secara visual gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

"Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 500 meter di atas puncak kawah," kata dia.


Baca juga: Gunung Karangetang Keluarkan Asap hingga 600 Meter dari Puncak

Menurut Yudia, asap kawah II putih sedang dan tekanan gas sedang lebih kurang 150 meter, suara gemuruh lemah sampai agak kuat terdengar sampai di pos.

" Guguran lava pijar tampak jelas dari puncak kawah sering terjadi yang meluncur ke Kali Batuare lebih kurang 1000-2000 meter, sedangkan ke Kali Sumpihi dan Kiawang hanya sesekali terjadi lebih kurang 700-1000 meter," jelasnya dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu pagi.

Ia menambahkan, kegempaan guguran terjadi 25 kali, amplitudo 3-8 milimeter, durasi 60-80 detik.

Baca juga: Erupsi Gunung Karangetang, BPBD Sitaro Dirikan Pos di 4 Kecamatan Terdampak

"Sedangkan, hembusan jumlah 7, amplitudo 3-23 milimeter, durasi 25-60 detik. Tremor harmonik jumlah 7, amplitudo 8-20 milimeter, durasi 60-80 detik. Vulkanik dangkal jumlah 4, amplitudo 3-10 milimeter, durasi 2-5 detik. Tektonik jauh jumlahnya 5, amplitudo 10-26 milimeter, S-P 18-19 detik, durasi 45-65 detik," ujar Yudia.

Dia mengatakan, untuk tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,25-1 milimeter (dominan 0,25 milimeter).

"Tingkat aktivitas Gunung Karangetang level III atau siaga," jelasnya.

Baca juga: Terdampak Abu Vulkanik Gunung Karangetang, BPBD Masih Butuh 20.000 Masker

Rekomendasi yang dikeluarkan di antaranya, masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam radius 2,5 kilometer dari Kawah 2 (kawah utara) dan Kawah Utama (kawah Selatan) ke arah Utara-Timur-Selatan-Barat dan radius 3 kilometer ke arah Baratlaut.

Kemudian, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Selanjutnya, masyarakat disekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.



Close Ads X