Terdampak Abu Vulkanik Gunung Karangetang, BPBD Masih Butuh 20.000 Masker

Kompas.com - 09/01/2019, 14:44 WIB
Gunung Karangetang saat erupsi pada Desember 2018 lalu. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYGunung Karangetang saat erupsi pada Desember 2018 lalu.

MANADO, KOMPAS.com - Semua wilayah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terdampak abu vulkanik letusan Gunung Karangetang.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) masih membutuhkan 20 ribu masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

Kepala BPBD Sitaro Bob Wuaten mengatakan, saat ini dampak dari abu Gunung Karangetang sangat berpengaruh bagi masyarakat.

"Karena semua wilayah terdampak abu vulkanik. Wilayah mana yang paling terdampak abu, tergantung arah angin," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (9/1/2019) siang.

Baca juga: Murka-nya Gunung Karangetang dan Kepercayaan Masyarakat soal Tabu yang Dilanggar

Misalnya, lanjut Wuaten, kalau angin dari utara maka bagian selatan yang terkena abu.

"Kalau angin barat, bagian timur yang terdampak abu. Jadi, sudah semua kampung dari pertama erupsi sudah terkena abu," tambahnya.

Mengantisipasi hal ini, ia menegaskan, pembagian masker sudah dilakukan.

"Kami sudah bagi-bagi masker gratis sebanyak 8.000. Saat ini masih ada cadangan 7.000 masker. Namun, kami masih butuh 20.000 masker untuk stok," jelas Wuaten.

Dia mengungkapkan, aktivitas Gunung Karangetang saat ini masih status siaga darurat bencana.

"Sore ini kami akan gelar rapat koordinasi dengan semua SKPD terkait, bersama TNI dan Polri. Ini untuk menindaklanjuti mengoptimalkan fungsi-fungsi pencegahan," tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Regional
Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Regional
Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Regional
Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Regional
Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Regional
3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

Regional
Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Regional
Jual Ponsel Pakai Nama Jokowi dan Kaesang, Pria Ini Diringkus Polisi

Jual Ponsel Pakai Nama Jokowi dan Kaesang, Pria Ini Diringkus Polisi

Regional
Selain 8 Drum Avtur, Kursi dan Penutup Dek Kapal Panji Saputra Ditemukan

Selain 8 Drum Avtur, Kursi dan Penutup Dek Kapal Panji Saputra Ditemukan

Regional
Ikut Penjaringan Bakal Calon Bupati, 2 ASN Pemkab Mojokerto Dipanggil Bawaslu

Ikut Penjaringan Bakal Calon Bupati, 2 ASN Pemkab Mojokerto Dipanggil Bawaslu

Regional
Bangun 'Sister Village', Investor China Berinvestasi di Desa Sukajaya, Sukabumi

Bangun "Sister Village", Investor China Berinvestasi di Desa Sukajaya, Sukabumi

Regional
60.000 PJU Tenaga Surya Sasar Pedesaan di 24 Kabupaten/Kota di Jateng

60.000 PJU Tenaga Surya Sasar Pedesaan di 24 Kabupaten/Kota di Jateng

Regional
Gerakan #SaveBabi, Warga Tuntut Ganti Rugi atas Babi yang Mati di Sumut

Gerakan #SaveBabi, Warga Tuntut Ganti Rugi atas Babi yang Mati di Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X