Gunung Karangetang Keluarkan Asap hingga 600 Meter dari Puncak - Kompas.com

Gunung Karangetang Keluarkan Asap hingga 600 Meter dari Puncak

Kompas.com - 12/01/2019, 15:24 WIB
Gunung Karangetang saat erupsi pada Desember 2018 lalu.KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY Gunung Karangetang saat erupsi pada Desember 2018 lalu.

MANADO, KOMPAS.com - Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengeluarkan asap kawah bertekanan kuat dengan intensitas tebal dan tinggi 600 meter di atas puncak kawah.

Secara visual, Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mencatat, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

"Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 600 meter di atas puncak kawah," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia Prama Tatipang, dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Sabtu (12/01/2019).

Selain itu, asap kawah II putih sedang, tekanan gas sedang, tinggi lebih kurang 250 meter.


"Suara gemuruh lemah disertai embusan asap kelabu tebal tinggi lebih kurang 200 meter. Guguran lava teramati dari puncak kawah ditandai dengan asap keabuan tipis sampai tebal di lereng tubuh gunung bagian Utara yang mengarah ke Kali Batuare lebih kurang 1.000 sampai 2.000 meter, Kali Kiawang/Sumpihi lebih kurang 700 sampai 1000 meter," ujar Yudia.

Baca juga: Erupsi Gunung Karangetang, BPBD Sitaro Dirikan Pos di 4 Kecamatan Terdampak

"Pukul 07.41 WITA, teramati dari Kampung Pehe Siau Barat pada ujung lava Kali Sumpihi di jarak dari puncak lebih kurang 1.000 meter, terjadi kepulan asap kelabu tebal," lanjut dia.

Secara kegempaan, terjadi guguran sebanyak 24 kali.

"Amplitudo 3-10 milimeter, durasi 60-110 detik. Embusan jumlah 15 kali, amplitudo 5-38 milimeter, durasi 20-35 detik. Tremor harmonik jumlah 3, amplitudo 7-25 milimeter, durasi 75-160 detik. Hybrid atau fase banyak jumlah 1, amplitudo 5 milimeter, S-P 0 detik, durasi 10 detik. Vulkanik dangkal jumlah 2, amplitudo 8-10 milimeter, durasi 5 detik. Tektonik jauh jumlah 1, amplitudo 10 milimeter, S-P : 18 detik, durasi 45 detik," jelas Yudia.

Sementara, tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,25-1 milimeter (dominan 0,25 milimeter).

Menurut Yudia, tingkat aktivitas Gunung Karangetang level III (siaga).

Baca juga: Terdampak Abu Vulkanik Gunung Karangetang, BPBD Masih Butuh 20.000 Masker

Oleh karena itu, pihaknya telah merekomendasikan, di antaranya masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas pada radius 1,5 kilometer dari kawah aktif dan perluasan ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Barat Daya sejauh 2,5 kilometer.

Selain itu, agar mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari material hasil erupsi 2015. Alasannya, kondisi belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Barat Daya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari Puncak Gunung Karangetang selama musim hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang, terutama di sepanjang bantaran Kali Batuawang hingga ke pantai.


Terkini Lainnya


Close Ads X