"Murka"-nya Gunung Karangetang dan Kepercayaan Masyarakat soal Tabu yang Dilanggar

Kompas.com - 09/01/2019, 07:32 WIB
Kepulan asap dari kawah Gunung Karangetang dari sisi Utara, Kecamatan Siau Barat, Desember 2018 lalu. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYKepulan asap dari kawah Gunung Karangetang dari sisi Utara, Kecamatan Siau Barat, Desember 2018 lalu.

MANADO, KOMPAS.com - Gunung Karangetang di bagian utara Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, seolah tidak pernah tidur. Beberapa waktu belakangan ini, gunung api yang menjadi ikon Pulau Siau itu aktivitasnya meningkat jadi status siaga.

Gunung yang menjulang setinggi 1.820 meter di atas permukaan laut tersebut mengeluarkan guguran lava ke arah Kali Batuare lebih kurang 1.000-2.000 meter, dan suara gemuruh pada Minggu (06/01/2019).

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Bob Wuaten, peningkatan status tersebut sudah terjadi sejak bulan Desember 2018 lalu.

"Erupsi Gunung Karangetang disertai asap dan lava pijar terjadi setiap 30 menitan. Setiap 30-60 menit terjadi erupsi yang ditandai dengan gemuruh atau embusan dan asap serta lava pijar," kata dia.

Baca juga: Gunung Karangetang Sulawesi Utara Semburkan Abu Vulkanik, Status Siaga

Hingga Selasa (08/01/2019) malam, gunung itu terus terjadi erupsi, mengeluarkan gas dan abu vulkanik.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro, telah menetapkan status siaga darurat bencana Gunung Karangetang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peningkatan aktivitas Gunung Karangetang tersebut membuat petugas mengimbau masyarakat yang ada di sekitar gunung, serta pengunjung dan wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas pada radius 1,5 km.

Tabu yang dilanggar

Saat Gunung Karangetang mengamuk, sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar gunung percaya jika terjadi letusan pasti ada tabu yang dilanggar.

Penduduk di sana meyakini bahwa gungung tersebut selalu mengawasi mereka. Bila ada tabu yang dilanggar, ia akan menegur melalui letusannya.

“Percaya atau tidak, dari beberapa letusan yang pernah terjadi, bertepatan dengan adanya tindakan menyimpang yang terjadi di masyarakat,” ujar tokoh masyarakat Siau, Ruben Hinondaleng, kepada Kompas.com, Selasa. 

Tindakan menyimpang yang dimaksud Ruben adalah pelanggaran norma sosial, terutama perbuatan asusila yang dilakukan oleh mereka yang memiliki hubungan keluarga.

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X