BBPJN VIII: Jalan Raya Gubeng Belum Sepenuhnya Aman Dilalui Kendaraan

Kompas.com - 28/12/2018, 22:08 WIB
Jalan Raya Gubeng, Surabaya, terpantau ramai lancar setelah akses jalan bisa digunakan kembali dan resmi dibuka pada Kamis (27/12/2018) petang pukul 18.00 WIB. istimewaJalan Raya Gubeng, Surabaya, terpantau ramai lancar setelah akses jalan bisa digunakan kembali dan resmi dibuka pada Kamis (27/12/2018) petang pukul 18.00 WIB.

SURABAYA, KOMPAS.com - Dua lajur sisi timur Jalan Raya Gubeng, Surabaya, sudah bisa dilalui kendaraan pada Kamis (27/12/2018) petang pukul 18.00 WIB.

Saat ini, Jalan Raya Gubeng terpantau ramai lancar dengan banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas.

Meski Jalan Raya Gubeng sudah bisa digunakan kembali, jalan tersebut dinilai belum sepenuhnya aman untuk dilalui.

Pasalnya, proses pemulihan jalan di sisi barat masih dalam tahap penyempurnaan. Steel Sheet Pile (SSP) atau besi pengaman di lajur sisi barat dalam proses pemasangan.

Baca juga: Polisi Periksa Perizinan Proyek Basement RS Siloam Jalan Gubeng Surabaya

Humas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Wahyu P. Kuswanda mengatakan bahwa jalan ini belum sepenuhnya aman.

Wahyu menyebut, perbaikan jalan itu bukan sebatas menyambungkan kembali akses masyarakat, namun juga sebagai upaya mencegah peristiwa yang sama terulang.

Wahyu berpendapat, sebenarnya ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar Jalan Raya Gubeng aman untuk dilalui. Caranya, yakni dengan pemasangan SSP, menutup galian tanah di sisi barat dengan kemiringan 30 derajat, atau menimbun lubang galian.

"Yang kami rekomendasikan adalah dioperasikan penuh apabila galian sudah ada timbunan tanah dengan kemiringan 30 derajat di sisi barat. Sekarang masih 45 derajat," katanya, Jumat (28/12/2018).

Baca juga: Risma Pastikan 2 Lajur Jalan Gubeng yang Dibuka Cukup Aman Dilalui Kendaraan

Wahyu menambahkan, meski Jalan Raya Gubeng sudah tersambung dan dapat berfungsi kembali, namun masih berpotensi mengalami kerusakan. Sebab tanah di sekitar lubang galian proyek masih belum ditangani. Hal tersebut bisa memungkinkan kerusakan terjadi kembali.

"Logikanya, kondisi tanah di dalam galian itu sama. kondisi di barat dan di timur tidak berbeda. Desain dinding penahan tanah sama. Berarti, kalau di sebelah timur terjadi, ya memungkinkan di sisi lainnya juga terjadi," ujar Wahyu.

Karena Pemkot dan Polrestabes Surabaya, yang memegang keputusan jalan itu untuk dibuka, maka pihaknya pun memberikan beberapa rekomendasi pengecualian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

Regional
Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Regional
Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Regional
Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Regional
Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Regional
Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Regional
Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Regional
Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Regional
Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Regional
Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Regional
Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X