Kaleidoskop 2018: Peristiwa Penting di Makassar Sepanjang Tahun, Kantor Polisi Dilempar Molotov hingga Kotak Kosong Menang di Pilkada

Kompas.com - 28/12/2018, 10:31 WIB
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) Farid Padang (tengah) saat meninjau proyek Makassar New Port, Jumat (5/10/2018). Kompas.com/Mutia FauziaDirektur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) Farid Padang (tengah) saat meninjau proyek Makassar New Port, Jumat (5/10/2018).
Penulis Khairina
|
Editor Khairina

 

KOMPAS.com-Berbagai peristiwa penting dan menarik perhatian publik terjadi di Makassar sepanjang 2018. Pelemparan bom ke Markas Polsekta Bontoala menjadi peristiwa pembuka tahun 2018 di kota Anging Mammiri ini.

Kejadian itu sangat mengagetkan masyarakat karena terjadi tepat di tanggal 1 Januari 2018, hanya beberapa jam setelah malam pergantian tahun dirayakan.

Tak hanya soal bom, kemenangan kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah di Makassar menjadi peristiwa penting dan bersejarah.


Kemenangan kotak kosong atas calon tunggal ini membuat Makassar kembali menggelar pilkada pada 2020 nanti.

Baca juga: Kaleidoskop 2018: Peristiwa Penting di Palembang Sepanjang Tahun, Gubernur Baru hingga Akhirnya Punya LRT

Peristiwa lain yang banyak menjadi sorotan di Makassar adalah tewasnya satu keluarga di dalam rumah yang dibakar oleh kartel narkoba. Terpidana mengendalikan operasinya dari balik jeruji besi.

Selain tiga peristiwa menonjol itu, masih banyak peristiwa menarik di Makassar sepanjang 2018. Berikut rangkuman peristiwa yang menarik perhatian pada 2018 berdasarkan berita dari Kompas.com

JANUARI

Pelemparan bom di Markas Polsekta Bontoala

Kepala Polda Sulsel, Irjen Polisi Umar Septono bersama jajarannya membesuk Brigadir Yudirsan di RS Bhayangkara yang menjadi korban bom di markas Polsekta Bontoala, Senin (1/1/2018).KOMPAS.com/Hendra Cipto Kepala Polda Sulsel, Irjen Polisi Umar Septono bersama jajarannya membesuk Brigadir Yudirsan di RS Bhayangkara yang menjadi korban bom di markas Polsekta Bontoala, Senin (1/1/2018).

Tahun Baru 2018 baru saja selesai dirayakan, publik Makassar sudah dikagetkan dengan pelemparan bom di Markas Polsekta Bontoala di Jalan Sunu yang bersebelahan dengan Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar.

Dalam peristiwa yang terjadi Senin (1/1/2018) sekitar pukul 03.00 Wita itu, Kapolsekta Bontoala Kompol Rapiuddin dan seorang anggotanya, Brigadir Yudirsan terluka akibat terkena serpihan ledakan bom.

Kompol Rapiuddin terluka pada lengannya dan Brigadir Yudirsan mengalami luka pada kakinya.

Baca juga: Mapolsekta Bontoala Makassar Dilempari Bom Molotov, 2 Polisi Terluka

Wakil Kepala Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait mengaku telah mengantongi identitas pelaku peledakan bom di markas Polsekta Bontoala.

Dari hasil penyelidikan sementara, peledakan bom di Polsekta Bontoala tidak berkaitan dengan jaringan teroris.

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Peledakan Bom Polsekta Bontoala

 

FEBRUARI

Penculikan bocah Argentina oleh ayahnya sendiri

Bocah Argentina, Alum Langone Avalos (7) akhirnya dijemput oleh ibu kandungnya, Elizabeth Avalos ditemani anggota Polda Sulsel setelah diamankan di Kota Makassar, Rabu (7/2/2018). Polda Sulsel Bocah Argentina, Alum Langone Avalos (7) akhirnya dijemput oleh ibu kandungnya, Elizabeth Avalos ditemani anggota Polda Sulsel setelah diamankan di Kota Makassar, Rabu (7/2/2018).

Bocah asal Argentina Alum Langone Avalos (7) diculik oleh ayahnya sendiri, Jorge Gabriel Langone (42) bersama kekasihnya, Candela Gutierrez (33).

Mereka bertualang dari negara asalnya di Argentina hingga diamankan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Setelah menculik Alum sepulang dari sekolahnya di Argentina, Jorge bersama kekasihnya itu membawa anaknya keliling beberapa negara di Asia.

Sebelum masuk ke Indonesia, Jorge yang merupakan seniman ini membawa anaknya itu berkeliling di negara Malaysia.

Kisah perjalanan ketiganya pun terbilang nekat. Mereka berpindah-pindah negara di dunia selama delapan bulan tanpa dibekali dokumen resmi atau paspor keimigrasian.

Bahkan, sesampainya di Indonesia, mereka pun mengemis dan berharap belas kasihan dari orang agar bisa menumpang tidur dan makan.

Baca juga: Kisah Perjalanan Bocah Argentina yang Diculik Ayahnya hingga Ditemukan di Indonesia

Alum akhirnya dijemput oleh ibu kandungnya, Elizabeth Avalos, setelah bocah itu diamankan di Kota Makassar, Rabu (7/2/2018).

Setelah bertemu dengan anaknya, Elizabeth langsung membawa Alum ke Jakarta. Elizabeth sangat senang dan rindu dengan anaknya setelah terpisah selama delapan bulan.

Baca juga: Bocah Argentina Korban Penculikan Dijemput Ibunya di Makassar

 

MARET

Preman berkedok juru parkir

4 preman yang menguasai gedung Celebes Convention Center (CCC) milik Pemprov Sulsel akhirnya ditangkap aparat Kepolisian Polrestabes Makassar.KOMPAS.com/Hendra Cipto 4 preman yang menguasai gedung Celebes Convention Center (CCC) milik Pemprov Sulsel akhirnya ditangkap aparat Kepolisian Polrestabes Makassar.

Polisi akhirnya menangkap preman yang berkedok juru parkir (jukir). Aksi preman di gedung Celebes Convention Center (CCC) dan Sekolah Perpolisian Negara (SPN) Batua ini meresahkan. 

Penangkapan preman ini bermula dari informasi masyarakat, ada preman yang kerap memalak di gedung CCC milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Mendapat laporan itu, tim Sapu Bersih Polrestabes Makassar melakukan penyelidikan.

Saat melakukan pengecekan ke gedung CCC yang terletak di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, polisi menemukan kelompok preman berjumlah 4 orang.

Mereka yang berkedok juru parkir saat ditangkap tengah memalak pengunjung.  Keempat preman tersebut yakni Ismail (27), Deni Helling (31), Darlan (31), dan Rahman (34). Keempat warga Jalan Rajawali ini tertangkap tangan memungut tarif parkir liar di gedung CCC. 

Baca juga: Polisi Tangkap Preman Berkedok Juru Parkir di Makassar

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X