Kisah Perjalanan Bocah Argentina yang Diculik Ayahnya hingga Ditemukan di Indonesia

Kompas.com - 07/02/2018, 17:26 WIB
Pejabat Polda Sulsel dan Interpol Indonesia memperlihatkan foto penculik bocah Argentina, Alum. KOMPAS.com/Hendra CiptoPejabat Polda Sulsel dan Interpol Indonesia memperlihatkan foto penculik bocah Argentina, Alum.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kisah bocah Alum Langone Avalos (7) yang diculik oleh ayahnya sendiri, Jorge Gabriel Langone (42) bersama kekasihnya, Candela Gutierrez (33), mempunyai cerita panjang, bertualang dari negara asalnya di Argentina hingga diamankan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Setelah menculik Alum sepulang dari sekolahnya di Argentina, Jorge bersama kekasihnya itu membawa anaknya keliling beberapa negara di Asia. Sebelum masuk ke Indonesia, Jorge yang merupakan seniman ini membawa anaknya itu berkeliling di negara Malaysia.

Kisah perjalanan ketiganya pun terbilang nekat. Mereka berpindah-pindah negara di dunia selama delapan bulan tanpa dibekali dokumen resmi atau paspor ke Imigrasian. Bahkan, mereka sesampainya di Indonesia pun mengemis dan berharap belas kasihan dari orang agar bisa tinggal numpang tidur dan makan.

Kisah perjalanan Alum pun ini diungkapkan Wakapolda Sulsel, Brigjen Polisi Guntur Laupe saat menggelar konfrensi pers di kantornya di Makassar, Rabu (7/2/2018).

"Pokoknya, Jorge dan Candela ini membawa Alum keliling beberapa negara. Terakhir Jorge membawa anaknya ke Malaysia sebelum dia masuk Indonesia. Mereka masuk Indonesia pun tanpa dilengkapi dokumen dari ke Imigrasian. Bahkan, ketiganya sempat ke Jakarta," katanya.

Baca juga : Polisi Terima Red Notice Cari WN Argentina yang Culik Anak 7 Tahun

Dari Jakarta, lanjut Guntur, ketiganya ke Kota Makassar. Dari Makassar, mereka pun melakukan perjalanan ke Kabupaten Toraja Utara yang berjarak sekitar 400 kilometer.

"Selama perjalanan, mereka tidak mempunyai uang. Jadi numpang kendaraan, kemudian lanjut berjalan kaki dan numpang lagi hingga tiba di Kabupaten Toraja Utara. Mereka juga mengemis agar bisa mendapatkan makanan," tuturnya.

Guntur menuturkan, ketiganya baru tiba di Kabupaten Toraja Utara dua hari sebelum diamankan oleh Polres Toraja, Selasa (6/2/2018) sekitar pukul 10.00 Wita. Ketiganya diamankan saat sedang makan di sebuah rumah makan di salah satu kawasan wisata di Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel.

"Kita tidak tahulah kenapa berada di rumah makan, sedangkan mereka tidak mempunyai uang. Tinggalnya pun kami belum tahu, tapi katanya numpang tinggal di rumah-rumah warga," tandasnya.

Kisah perjalanan mereka berakhir setelah polisi Indonesia berhasil melakukan pelacakan. Polres Toraja Utara pun langsung mengamankan ketiganya dan membawa mereka ke Makassar untuk diserahkan ke Kedutaan Argentina.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X