Polisi Tangkap Preman Berkedok Juru Parkir di Makassar

Kompas.com - 08/03/2018, 16:57 WIB
4 preman yang menguasai gedung Celebes Convention Center (CCC) milik Pemprov Sulsel akhirnya ditangkap aparat Kepolisian Polrestabes Makassar. KOMPAS.com/Hendra Cipto4 preman yang menguasai gedung Celebes Convention Center (CCC) milik Pemprov Sulsel akhirnya ditangkap aparat Kepolisian Polrestabes Makassar.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Aparat kepolisian akhirnya menangkap preman yang berkedok juru parkir (Jukir). Aksi preman ini di gedung Celebes Convention Center (CCC) dan Sekolah Perpolisian Negara (SPN) Batua, meresahkan. 

Penangkapan preman ini bermula dari informasi masyarakat, ada preman yang kerap memalak di gedung CCC milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Mendapat laporan itu, tim Sapu Bersih Polrestabes Makassar melakukan penyelidikan.

Saat melakukan pengecekan ke gedung CCC yang terletak di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, polisi menemukan kelompok preman berjumlah 4 orang. Mereka yang berkedok juru parkir saat ditangkap tengah memalak pengunjung. 

Keempat preman tersebut yakni Ismail (27), Deni Helling (31), Darlan (31), dan Rahman (34). Keempat warga Jalan Rajawali ini tertangkap tangan memungut tarif parkir liar di gedung CCC.

(Baca juga : Preman Berkedok Tukang Parkir Bermunculan di Makassar )

Wakil Kepala Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait yang dikonfirmasi Kamis (8/3/2018) mengatakan, keempat preman itu terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Saber Pungli. Dari tangan tersangka, polisi menyita uang palak dari parkir liar sebanyak Rp 474.000.

"Keempat preman ini memaksa pengunjung membayar biaya masuk di area parkir gedung CCC sebesar Rp 5.000 untuk motor dan mobil Rp 10.000. Padahal, pemerintah telah menetapkan tarif parkir hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil," tuturnya.

Hotman menegaskan, keempat preman tersebut dikenakan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2016 tentang Saber Pungli dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Sementara itu, Kepala SPN Batua, Kombes Fajaruddin memerintahkan menangkap juru parkir liar yang beraksi saat pelantikan Bintara Polri baru, Selasa (6/3/2018).

Jukir liar itu memaksa pengunjung membayar Rp 5.000 untuk parkir motor dan Rp 10.000 untuk parkir mobil.

(Baca juga : Sering Dipalak dan Diludahi, Seorang Nelayan Bunuh Preman )

Dari kasus ini, tiga pria pengangguran ditangkap polisi karena menarik retribusi di di area sekolah Polri ini. Ketiganya masing-masing Slamet (32) dan Ichsan (32) warga Kompleks SPN Batua serta Buyung (20) warga Jl Sermani, samping SPN Batua.

Fajaruddin mengatakan tidak mengetahui penarikan retribusi keluarga Bintara yang baru dilantik. Ia pun membantah, jika penarikan retribusi parkir di SPN Batua atas perintah anggota Provost.

"Setelah Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Umar Septono tahu, langsung saya diperintahkan mencari jukir liar itu. Saya pun memerintahkan cari jukir liar itu dan berhasil ditangkap 3 orang. Saya sudah koordinasi dengan Kasat Reskrim, AKBP Anwar Hasan dan ketiganya segera diserahkan ke Polrestabes Makassar untuk diproses hukum," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

Regional
Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Regional
Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Regional
4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

Regional
Gubernur Gorontalo Usul Bukti Ikut Vaksinasi Jadi Syarat Bepergian

Gubernur Gorontalo Usul Bukti Ikut Vaksinasi Jadi Syarat Bepergian

Regional
Pura-pura Beli Kerupuk, Satu Keluarga Rampok Toko dan Bawa Kabur Rp 200 Juta, Satu Pelaku Hamil 8 Bulan

Pura-pura Beli Kerupuk, Satu Keluarga Rampok Toko dan Bawa Kabur Rp 200 Juta, Satu Pelaku Hamil 8 Bulan

Regional
Persediaan Alat Rapid Test Antigen di Kabupaten Semarang Menipis

Persediaan Alat Rapid Test Antigen di Kabupaten Semarang Menipis

Regional
Masalah Sampah di Pekanbaru Ditangani Polda Riau, Kemungkinan Ada Tersangka

Masalah Sampah di Pekanbaru Ditangani Polda Riau, Kemungkinan Ada Tersangka

Regional
Detik-detik Tubuh Ridwan Diterkam Buaya hingga Luka Parah, Korban Sempat Melawan

Detik-detik Tubuh Ridwan Diterkam Buaya hingga Luka Parah, Korban Sempat Melawan

Regional
Tangis Ibunda Fadly Satrianto, Pandangi dan Peluk Foto Anaknya Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tangis Ibunda Fadly Satrianto, Pandangi dan Peluk Foto Anaknya Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Seorang Dukun Cabul di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Seorang Dukun Cabul di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Regional
Kisah Sedih Pengantin Menikah di Depan Mobil Jenazah Orangtua yang Meninggal karena Covid-19

Kisah Sedih Pengantin Menikah di Depan Mobil Jenazah Orangtua yang Meninggal karena Covid-19

Regional
Wali Kota Bandung Oded M Danial Sembuh dari Virus Corona

Wali Kota Bandung Oded M Danial Sembuh dari Virus Corona

Regional
Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X