Kompas.com - 25/12/2018, 17:21 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

GROBOGAN, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sanyoto mengatakan, jumlah total dana desa yang diterima wilayah Kabupaten Grobogan mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Pada 2019 mendatang, dana desa mencapai Rp 289 miliar. Adapun, pada 2018, dana desa yang diterima sebesar Rp 248 miliar. Sementara, pada 2017 sebesar Rp 229 miliar dan 2016 nilainya Rp 179 miliar.

Dana yang bersumber dari APBN ini akan disalurkan pada 273 desa di Kabupaten Grobogan. 

"Dana desa yang diterima Kabupaten Grobogan naik setiap tahunnya. Untuk 2019, dana desa yang digelontorkan mencapai Rp 289 miliar lebih," kata Sanyoto kepada Kompas.com, Selasa (25/12/2018).

Baca juga: Dana Desa Bikin Galau, Para Kades di Jombang Minta Wejangan Jaksa

Sanyoto menjelaskan, besaran dana yang diterima oleh setiap desa berbeda-beda setiap tahunnya.

Untuk tahun 2019, masing-masing desa menerima minimal Rp 800 juta per desa. Sedangkan nominal dana desa tertinggi yang disalurkan sebesar Rp 1,7 miliar. 

"Dana itu nantinya akan langsung dimasukkan ke rekening desa masing-masing," kata dia.

Menurut Sanyoto, besarnya dana desa untuk masing-masing desa ditentukan sejumlah faktor. Faktor-faktor itu tergantung klasifikasi setiap desa, di antaranya, luas wilayah, kesulitan geografi, angka kemiskinan, dan jumlah penduduk.

Baca juga: Jokowi: Kades Pengelola Dana Desa Jangan Dikriminalisasi...

"Kondisi setiap desa itu tidak sama. Karenanya, nominal dana desa yang diterima juga beda-beda. Penyaluran dana desa tentunya sudah ada peraturan tertulisnya," kata Sanyoto.

Ia menyebutkan, penggunaan dana desa tidak hanya difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan desa dan jembatan. 

Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi mengarahkan agar dana desa juga diprioritaskan dalam bentuk lain, seperti pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) atau Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes Bersama).

Baca juga: Mendes PDTT: Dana Desa TIngkatkan Pendapatan Masyarakat Desa

Selain itu, bisa pula dialokasikan untuk pembangunan embung yang mendorong peningkatan produksi pertanian, pengembangan produk unggulan desa/kawasan perdesaan, dan sarana olahraga desa.

"Jadi pada prinsipnya, dana desa untuk membiayai banyak kegiatan. Kami sudah imbau kepada setiap kepala desa agar menjalin koordinasi dengan masyarakat dalam penggunaan dana desa supaya tepat sasaran. Memprioritaskan apa yang dibutuhkan masyarakat," kata Sanyoto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.