Polemik Sekda Kota Bandung, Pengamat Bilang Oded Harus Bijak

Kompas.com - 10/12/2018, 12:00 WIB
Oded M Danial usai rapat Pleno PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Sabtu (6/1/2018). TRIBUNJABAR.CO.ID/ISAL MAWARDIOded M Danial usai rapat Pleno PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Sabtu (6/1/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pengamat menilai, Wali Kota Bandung Oded M Danial seharusnya bersikap bijak terkait Sekda Kota Bandung definitif yang hingga saat ini belum ada.

Hal itu dikatakan pengamat hukum dan Ketua Forum Diskusi Hukum Bandung (Fordiskum) Dindin S Maolani di Bandung, Senin (10/12/2018).

Menurut dia, ketiadaan Sekda definitif dipastikan telah menganggu jalannya roda pemerintahan dan birokrasi.

“Sekda adalah motor penggerak organisasi perangkat daerah. Ia penyusun, pengatur dan pelaksana program. Dalam kaitan mutasi jabatan, ia adalah Kepala Baperjakat yang memberikan pertimbangan terhadap Wali Kota,” kata Dindin. 

Baca juga: Mendagri Tjahjo Kumolo: Wali Kota Bandung Tetap Harus Lantik Benny Jadi Sekda

Dindin menambahkan, peran Sekda dalam menyukseskan pembangunan daerah sangat strategis. Untuk itu, Oded diharapkan menanggalkan egonya dan berbesar hati melantik Benny Bachtiar sebagai Sekda definitif sesuai keputusan yang telah diambil Wali Kota Bandung sebelumnya, Ridwan Kamil.

“Hal-hal terkait ego karena merasa punya kewenangan, semestinya bisa dikesampingkan,” ucap Mantan Direktur LBH Bandung ini

Dindin mengakui, Wali Kota Bandung punya pijakan hukum untuk melantik Sekda yang diinginkannya. Namun, Oded juga harus menyadari bahwa Mendagri dan Gubernur pun punya legal standing untuk memerintahkan melantik Sekda yang telah diputuskan sebelumnya.

“Apa jadinya jika Gubernur menggunakan kewenangannya untuk melantik Sekda Kota Bandung, sesuai UU Pemerintahan Daerah? Tentu saja akan terjadi ketegangan tiap saat antara Wali Kota dengan Sekda,” bebernya.

Baca juga: Pengamat: Jika Wali Kota Menolak, Gubernur Bisa Lantik Sekda Kota Bandung

Di sisi lain, jika Oded terus bertahan dengan keinginannya untuk melantik Ema Sumarna, hal tersebut bisa menimbulkan gugatan hukum dari Benny Bachtiar yang telah lebih dulu ditunjuk Wali Kota Bandung terdahulu, Ridwan Kamil dan direkomendasikan oleh Kemendagri.

Dindin mengimbau agar Oded memikirkan pula, nasib Benny Bachtiar yang sudah berbulan-bulan ‘digantung’. Sebab, sejak dinyatakan terpilih sebagai Sekda Kota Bandung jabatan Benny sebagai Asisten Daerah di Pemkot Cimahi telah dicabut.

“Saya tak berada dalam posisi mendukung Kang Benny secara personal. Saya Cuma tak ingin jalannya pemerintahan dan birokrasi jadi terganggu karena ini. Apalagi kasus ini akan jadi preseden buruk di kemudian hari, sebagai bentuk ketidaktaatan Wali Kota terhadap keputusan hirarki yang di atasnya, yakni Gubernur dan Mendagri,” tuturnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X