Drama Sekda Kota Bandung...

Kompas.com - 22/11/2018, 07:11 WIB
Oded M Danial usai rapat Pleno PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Sabtu (6/1/2018). TRIBUNJABAR.CO.ID/ISAL MAWARDIOded M Danial usai rapat Pleno PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Sabtu (6/1/2018).


BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung di bawah kepemimpinan baru pasangan Wali Kota Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Yana Mulyana hingga saat ini belum memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.

Sebagai langkah mengisi kekosongan jabatan krusial tersebut, Oded terus menerus memperpanjang status Pelaksana harian (Plh) Sekda Kota Bandung setiap 15 hari.

Tiga nama pejabat tinggi di Pemerintah Kota Bandung pun pernah kebagian jatah merasakan duduk di kursi orang nomor tiga di Kota Bandung tersebut. Evi Salehah dan Ema Sumarna sebagai Pelaksana harian (Plh) serta Dadang Supriatna sebagai Penjabat (Pj).

Drama ini berawal ketika Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih memimpin Kota Bandung sebagai Wali Kota bersama wakilnya Oded M Danial.

Waktu itu, Ridwan Kamil membuka lelang jabatan terbuka (open bidding) untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda Kota Bandung yang sebelumnya dijabat oleh Yossi Irianto. Yossi mundur sebagai PNS lantaran ikut dalam kompetisi Pilwalkot Bandung 2018.

Dalam proses lelang jabatan Sekda Kota Bandung, diikuti oleh 14 kandidat yang mendaftar, selain dari Pemkot Bandung, terdapat peserta dari Kabupaten Subang, Kota Cimahi, dan Kabupaten Garut.

Baca juga: Polemik Sekda Kota Bandung, Ridwan Kamil: Saya Mah Gak Ada Kepentingan

Dari hasil lelang jabatan tersebut, nama calon sekda yang siap dipilih menyisakan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Mohamad Salman Fauzi, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi Benny Bachtiar.

Berdasarkan data yang diperoleh Kompas.com dari Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung, ketiga nama tersebut merupakan hasil penjaringan yang dilaksanakan pada 2 April sampai 27 Mei 2018.

Menurut hasil seleksi yang diumumkan tanggal 30 Mei 2018, Ema Sumarna meraih poin tertinggi dengan nilai akhir 81,65. Sedangkan Salman (80,75) dan Benny berada di posisi buncit (80,38).

Meski Ema Sumarna diketahui memiliki nilai tertinggi, Wali Kota Bandung saat itu justru menetapkan Benny sebagai pemenang lelang jabatan terbuka Sekda Kota Bandung.

Suasana adem ayem pada awalnya. Kondisi tersebut berubah ketika Ridwan Kamil dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat, Oded dan Yana Mulyana dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung.

Setelah resmi memimpin Bandung, Oded mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan keputusan Ridwan Kamil sebelumnya.

Dia justru enggan melantik Benny Bachtiar sebagai Sekda Kota Bandung yang pada saat itu telah diketahui oleh Kementerian Dalam Negeri sesuai Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri nomor 821/7288/SJ yang dibuat tanggal 20 September 2018.

Drama memasuki babak berbalas surat dan berbalas pernyataan di media antara Wali Kota Bandung Oded M Danial, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementrian Dalam Negeri.

Setelah dilantik, Oded menerima surat dari Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat mendesak Oded M Danial selaku Wali Kota Bandung segera melantik Benny Bachtiar setelah mendapat perintah dari Kementrian Dalam Negeri.

“Surat dari Mendagri sudah turun. Secepatnya Wali Kota Bandung mengikuti rekomendasi dari kementerian dalam negeri,” kata Emil, saat ditemui seusai Indonesian City Government PR Summit di Ballroom Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (4/10/2018).

Emil menambahkan, dirinya memiliki kewenangan untuk mendesak Pemkot Bandung untuk segera melantik Sekda yang baru yang telah ditetapkan.

“Kan saya perwakilan pemerintah pusat di Jawa Barat. Saya dapat surat dari Ditjen Otda untuk segera melantik sekda dan pejabat eselon II lainnya hasil seleksi terbuka,” ujar dia.

Alasan belum melantik

Oded menolak, setelah tidak kunjung melantik Benny, dia akhirnya mengajukan nama Ema Sumarna sebagai Sekda Kota Bandung mengantikan Benny Bachtiar ke Kementrian Dalam Negeri.

Oded beralasan, belum dilantiknya Benny sebagai Sekda disebabkan banyak penolakan dari sebagian besar pejabat PNS Kota Bandung, lantaran Benny yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi tidak pernah meniti karir dari bawah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung

“Saya mendapatkan sebuah kondisi di lapangan ada aspirasi pertama dari ASN Mereka menghendaki (dijabat oleh) ASN Kota Bandung,” ujar Oded.

Baca juga: Oded Tolak Permintaan Kemendagri Lantik Benny Bachtiar Jadi Sekda Kota Bandung

Selain itu, Oded mengatakan penolakan juga terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung.

Menurut dia, enam fraksi yakni Gerindra, Demokrat, PKS, Hanura, Golkar dan Nasdem menganggap keberadaan Benny di lingkungan Pemkot Bandung akan membuat suasana birokrat tidak kondusif.

“Enam fraksi menyampaikan surat kepada saya. Isinya mereka juga sama, menghendaki supaya tidak ada kegaduhan. Dari ASN juga menghendaki memberi kesempatan kepada ASN Kota Bandung,” ungkap dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16 Petak Toko Pasar Raya Padang Hangus Terbakar

16 Petak Toko Pasar Raya Padang Hangus Terbakar

Regional
Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid, Kepala Desa Ini Dikeroyok

Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid, Kepala Desa Ini Dikeroyok

Regional
Wali Kota Tidore Dibawa ke RSUD Ternate dengan Protokol Covid-19

Wali Kota Tidore Dibawa ke RSUD Ternate dengan Protokol Covid-19

Regional
Kapolda Jabar Minta Maaf atas Arogansi Bripka HI yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

Kapolda Jabar Minta Maaf atas Arogansi Bripka HI yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
3 Orang Ini Sembunyi Dalam Terpal di Mobil Pikap untuk Kelabui Petugas Cek Poin di Malang

3 Orang Ini Sembunyi Dalam Terpal di Mobil Pikap untuk Kelabui Petugas Cek Poin di Malang

Regional
Kapolda Jabar Mutasi Polisi Ngamuk karena Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Kapolda Jabar Mutasi Polisi Ngamuk karena Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
Gubernur Maluku ke Tenaga Medis: Kalian adalah Pahlawan...

Gubernur Maluku ke Tenaga Medis: Kalian adalah Pahlawan...

Regional
Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo Terkatung-katung di Ternate

Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo Terkatung-katung di Ternate

Regional
Polisi Naik Fortuner Adu Mulut dengan Anggota Satlantas, Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Polisi Naik Fortuner Adu Mulut dengan Anggota Satlantas, Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
Pantai Pasir Padi Babel Ditutup, Pengunjung Diminta Pulang

Pantai Pasir Padi Babel Ditutup, Pengunjung Diminta Pulang

Regional
Naik Fortuner, Oknum Polisi Ini Marah Saat Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolda Jabar: Jangan Arogan

Naik Fortuner, Oknum Polisi Ini Marah Saat Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolda Jabar: Jangan Arogan

Regional
Bunga Tabur Masih Melimpah di Hari Kedua Lebaran, Pedagang Terpaksa Jual Murah

Bunga Tabur Masih Melimpah di Hari Kedua Lebaran, Pedagang Terpaksa Jual Murah

Regional
Mahasiswi Semester 3 Dituntut Hukuman Mati Gegara Bawa Sabu 20 Kg

Mahasiswi Semester 3 Dituntut Hukuman Mati Gegara Bawa Sabu 20 Kg

Regional
Viral 2 Polisi Pukuli Warga, Kapolres Aceh Timur Datangi Keluarga Korban

Viral 2 Polisi Pukuli Warga, Kapolres Aceh Timur Datangi Keluarga Korban

Regional
2 Polisi Berkelahi dengan ODGJ, Kapolres Aceh Timur: Apa pun Alasannya Itu Tidak Benar

2 Polisi Berkelahi dengan ODGJ, Kapolres Aceh Timur: Apa pun Alasannya Itu Tidak Benar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X