UGM Bentuk Tim Komite Etik untuk Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di KKN

Kompas.com - 07/12/2018, 13:25 WIB
Rektor UGM Panut Mulyono dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna saat jumpa pers. KOMPAS.com/ WIJAYA KUSUMARektor UGM Panut Mulyono dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna saat jumpa pers.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada ( UGM) membentuk tim komite etik guna membuat rekomendasi kepada pimpinan Universitas tentang penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual pada kegiatan kuliah kerja nyata ( KKN).

Ditargetkan pada tanggal 31 Desember 2018 ini, Tim Komite Etik sudah memberikan rekomendasi.

"UGM menyadari bahwa pelecehan seksual merupakan persoalan serius yang seharusnya tidak terjadi di mana pun, khususnya institusi pendidikan tinggi seperti UGM," ujar Rektor UGM Panut Mulyono dalam jumpa pers, Jumat (7/12/2018).

Terkait dugaan kasus pelecehan seksual tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan langkah-langkah strategis. Salah satunya dengan membentuk Komite Etik.

"Membentuk Komite Etik berdasarkan surat Keputusan Rektor Nomor 1991/UN1.P/SK/HUKOR/2018," ucapnya.

Baca juga: Polda DIY Gelar Perkara Dugaan Pelecehan Seksual di KKN UGM

Komite etik ini beranggotakan Winastuti Dwi Atmanto dari Fakultas Kehutanan, Subagus W dari Fakultas Farmasi, Tri Winarni dari Pusat Studi Wanita, Rachmad Hidayah dari Fakultas Filsafat, Windu dari Fakultas Teknik, dan Amalinda Savirani dari Fakultas Fisipol.

"Komite etik ini diketuai oleh Sri Wiyati dari (Fakultas) Hukum," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna menuturkan, Tim Komite Etik saat ini sudah bekerja. Nantinya Tim Komite Etik akan membuat rekomendasi-rekomendasi kepada pimpinan universitas tentang penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual yang bersifat kompleks ini.

"Kita mendorong Komite Etik untuk bekerja cepat, untuk segera menyelesaikan kasus ini. Batas waktunya 31 Desember ini," ungkapnya.

Baca juga: Ombudsman Periksa 7 Pihak Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM Saat KKN

Menurutnya, Tim Komite Etik bekerja independen, sehingga tidak menggunakan penyelidikan kepolisian sebagai bahan pertimbangan.

"Komite Etik bekerja dengan latar belakang kemampuan dan pengalaman yang mereka miliki untuk memberikan rekomendasi kepada pimpinan universitas," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Regional
Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Regional
Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Regional
Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Regional
Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Regional
Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Regional
Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai 'Rapid Test' Nonreaktif

Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai "Rapid Test" Nonreaktif

Regional
Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

Regional
Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Regional
Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Regional
Kisah Penyintas Covid-19 Dikucilkan, Jalan Depan Rumah Diblokade, Jadi Pukulan Telak Saat Isolasi Mandiri

Kisah Penyintas Covid-19 Dikucilkan, Jalan Depan Rumah Diblokade, Jadi Pukulan Telak Saat Isolasi Mandiri

Regional
Kisah Perjuangan Riyan Nugroho, Berprofesi Driver Ojol hingga Jadi Dosen UGM

Kisah Perjuangan Riyan Nugroho, Berprofesi Driver Ojol hingga Jadi Dosen UGM

Regional
Ganjar Pranowo soal Bioskop Kembali Dibuka: Kalau Belum Siap Jangan

Ganjar Pranowo soal Bioskop Kembali Dibuka: Kalau Belum Siap Jangan

Regional
Resep Sembuh Penyintas Covid-19 di Jombang, Rajin Konsumsi Bawang Putih, Madu dan Telur

Resep Sembuh Penyintas Covid-19 di Jombang, Rajin Konsumsi Bawang Putih, Madu dan Telur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X