Kapolda NTT Dukung Gubernur Viktor Laiskodat Legalkan Miras

Kompas.com - 06/12/2018, 09:30 WIB
Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman saat berada di Mapolda NTT.KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman saat berada di Mapolda NTT.

KUPANG, KOMPAS.com - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Polisi Raja Erizman, mendukung Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, yang melegalkan pembuatan minuman keras ( miras) di wilayah itu.

Menurut Erizman, produksi minuman keras yang dimaksud yakni moke di Pulau Flores dan Sopi di Pulau Timor.

Menurut Erizman, untuk miras pihaknya tidak terpengaruh dengan kejadian kejadian di luar NTT, dimana ada warga yang meninggal karena minum minuman keras oplosan karena dicampur dangan jamu, spritus dan sebagainya.

Baca juga: Gubernur NTT Mengklaim Diri Penguji Terbaik Minuman Keras

"Sopi dan moke ini bukan oplosan. Jadi saya setuju dengan gubernur dan melegalkan minuman keras. Kalau sudah dilegalkan tentu ada aturan hukumnya dan tentu tidak melanggar hukum lagi," ucap Erizman, saat memberi sambutan dalam rapat kerja triwulan III Polda NTT di Hotel Aston, Rabu (5/12/2018), kemarin.

Erizman menjelaskan, pembangunan yang dilakukan oleh Gubernur Viktor, dilakukan dengan percepatan dan kerap sedikit menabrak aturan hukum.

"Walaupun ini terjadi, namun kita sudah sepakat dan kita dukung kebijakan itu. Percepatan ini harus kita dukung untuk mendapatkan hasil pembangunan yang lebih cepat karena NTT sudah tertinggal cukup lama,"jelasnya.

Moke dan sopi

Sebelumnya diberitakan, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laikodat, berencana akan mencabut larangan produksi minuman keras beralkohol lokal di wilayah NTT.

Dua minuman keras lokal yang terkenal di NTT yakni moke di daratan Pulau Flores dan sopi di Pulau Timor.

Baca juga: Tiga Prajurit TNI di Papua Tewas Akibat Miras Oplosan

Menurut Viktor, produksi minuman keras oleh warga, harus tetap berjalan dan itu adalah bagian dari kreativitas warga.

"Sebagai gubernur, saya akan cabut itu. Di mana-mana itu distribusi minuman keras harus diatur dengan baik. Tidak semua tempat bisa jual minuman keras," ucap Viktor, saat memberi kuliah umum di Universitas Nusa Cendana Kupang, Senin (3/12/2018), kemarin.

Yang dilarang, lanjut Viktor, mestinya terkait penggunaan minuman keras, baik itu usia peminum dan juga kelayakan minuman tersebut.

"Kita malah melarang produksi minuman keras. Itu jelas melarang kreativitas warga," ujar Viktor.


Terkini Lainnya

Kronologi Pengemudi Camry Tabrak 5 Kendaraan di Jalan Rasuna Said hingga Saharjo

Kronologi Pengemudi Camry Tabrak 5 Kendaraan di Jalan Rasuna Said hingga Saharjo

Megapolitan
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi-Ma'ruf Raih 99 Persen di Vatikan | Korut Uji Coba Senjata Baru

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi-Ma'ruf Raih 99 Persen di Vatikan | Korut Uji Coba Senjata Baru

Internasional
Bawaslu NTT Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 25 TPS

Bawaslu NTT Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 25 TPS

Regional
Catatan Perludem: TPS Masih Ada yang Minim Ketersediaan Informasi

Catatan Perludem: TPS Masih Ada yang Minim Ketersediaan Informasi

Nasional
Ini Isi Surat Instruksi SBY kepada Kader Demokrat

Ini Isi Surat Instruksi SBY kepada Kader Demokrat

Nasional
SBY Minta Demokrat Tak Terlibat Kegiatan yang Bertentangan dengan Konstitusi

SBY Minta Demokrat Tak Terlibat Kegiatan yang Bertentangan dengan Konstitusi

Nasional
Perludem Minta Semua Pihak Hormati Proses Penghitungan Suara oleh KPU

Perludem Minta Semua Pihak Hormati Proses Penghitungan Suara oleh KPU

Nasional
Jumat Siang, Hujan Diprediksi Guyur Beberapa Wilayah Jabodetabek

Jumat Siang, Hujan Diprediksi Guyur Beberapa Wilayah Jabodetabek

Megapolitan
Catatan Perludem soal Pemilu, TPS Masih Ada yang Kurang Ramah Penyandang Disabilitas

Catatan Perludem soal Pemilu, TPS Masih Ada yang Kurang Ramah Penyandang Disabilitas

Nasional
Ganjar Pranowo Puas dengan Perolehan Suara Jokowi-Ma'ruf di Jateng

Ganjar Pranowo Puas dengan Perolehan Suara Jokowi-Ma'ruf di Jateng

Regional
Polisi: Pengemudi Camry Tabrak 5 Kendaraan Bermotor, 7 Orang Luka-luka

Polisi: Pengemudi Camry Tabrak 5 Kendaraan Bermotor, 7 Orang Luka-luka

Megapolitan
Hasil 'Quick Count' Sejumlah Lembaga: Jokowi-Ma'ruf Unggul di DKI Jakarta

Hasil "Quick Count" Sejumlah Lembaga: Jokowi-Ma'ruf Unggul di DKI Jakarta

Megapolitan
'Contohlah Pak Jokowi, meski Menang Tidak Deklarasi Kemenangannya, Dia Minta Tunggu KPU'

"Contohlah Pak Jokowi, meski Menang Tidak Deklarasi Kemenangannya, Dia Minta Tunggu KPU"

Nasional
Pengemudi Camry yang Tabrak Sejumlah Pengendara Motor di Tendean Diduga Mabuk

Pengemudi Camry yang Tabrak Sejumlah Pengendara Motor di Tendean Diduga Mabuk

Megapolitan
Sepekan Jalani Perawatan, Seorang Korban Ledakan Ruko di Medan Meninggal

Sepekan Jalani Perawatan, Seorang Korban Ledakan Ruko di Medan Meninggal

Regional

Close Ads X