Kompas.com - 30/11/2018, 21:13 WIB
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, pada bulan Agustus 2018 lalu. KOMPAS.com/IDON TANJUNGKebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, pada bulan Agustus 2018 lalu.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejak Januari hingga November 2018, sebanyak 35 pelaku pembakar hutan dan lahan atau karhutla di Provinsi Riau ditangkap oleh satgas penegakan hukum (Gakkum).

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, Kamis (28/11/2018).

"Jumlah tindak pidana yang ditangani satgas Gakkum sejak Januari-November ada 29 kasus dengan 35 orang tersangka," kata Edwar.

Baca juga: Status Siaga Darurat Karhutla Dicabut, Riau Kini Siaga Banjir dan Longsor

Dia merincikan, tindak pidana karhutla terdapat di beberapa wilayah, yakni di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 2 kasus, Indragiri Hulu (Inhu) 3 kasus, Pelalawan 4 kasus, Rokan Hilir (Rohil) 6 kasus, Bengkalis 2 kasus, Siak 1 kasus, Dumai 6 kasus, Rokan Hulu (Rohul) 3 kasus, Meranti 1 kasus, dan Kabupaten Kampar 1 kasus.

"Untuk tersangka, 22 orang masih ditahan di rumah tahanan kepolisian, sedangkan 13 tersangka sudah diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU), karena sudah tahap dua," sebut Edwar.

Kemudian kasus yang masih dalam penyidikan, tambah dia, ada 17 kasus, terdapat di Siak 1 kasus, Rohil 3 kasus, Dumai 2 kasus, Pelalawan 3 kasus, Rohul 2 kasus, Inhu 3 kasus, Inhil 1 kasus, dan Meranti 1 kasus.

Lebih lanjut, Edwar mengatakan, sepanjang Januari-November 2018, lahan yang terbakar di Riau seluas 5.776,46 hektar, dengan rincian sebagai berikut.

Di Rohul ada 99 hektar, Rohil 1.985,35 hektar, Dumai 512,25 hektar, Bengkalis 576,95 hektar, Meranti 963,56 hektar, Siak 157,25 hektar, Pekanbaru 52,6 hektar, Kampar 127 hektar, Pelalawan 266,5 hektar, Inhu  576 hektar, Inhil 458 hektar, dan Kuansing 2 hektar.

Edwar mengatakan, penanganan kasus karhutla dilakukan oleh tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat peduli api (MPA). Tim ini tergabung dalam Satgas Karhutla 2018.

"Selama penanganan karhutla, kami tidak hanya melakukan pemadaman. Tetapi kami juga sudah sosialisasi ke masyarakat, dan pencegahan agar tidak terjadi karhutla," ucap Edwar.

Karena sudah memasuki musim hujan, tim Satgas Karhutla Riau akan mengakhiri masa kerjanya. Status siaga darurat bencana karhutla berakhir Kamis (30/11/2018).

Kompas TV Para tergugat dinyatakan bersalah atau lalai dalam bencana kabut asap yang terjadi pada 2015.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.