Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Kompas.com - 15/11/2018, 21:12 WIB
Suasana di eks kawasan permukiman di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018). Di hamparan kosong ini, ratusan rumah pernah berdiri dan ribuan jiwa hidup di dalamnya. Kini permukiman itu hilang, lenyap ditelan bumi. KOMPAS.com/Erna Dwi LidiawatiSuasana di eks kawasan permukiman di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018). Di hamparan kosong ini, ratusan rumah pernah berdiri dan ribuan jiwa hidup di dalamnya. Kini permukiman itu hilang, lenyap ditelan bumi.

KOMPAS.com - "Kasih ibu, kepada beta tak terhingga sepanjang masa Hanya memberi, tak harap kembali, Bagai sang surya, menyinari dunia"

Lirik lagu "Kasih Ibu" karya SM Mochtar tersebut setidaknya menggambarkan betapa dala dan tak terbatas ruang waktu cinta Henita Pangke (40) kepada dua buah hatinya, Rachel Arnee Putri (21) dan Aldo Ramadhan (18).

Meskipun saat ini Henita dihadapkan kenyataan belum bertemu dengan Rachel dan Aldo pasca-likuefaksi menerjang Kelurahan Petobo, namun dirinya tetap mencari dan mencari. Satu modal yang dia miliki, cinta seorang ibu.

Cinta yang meyakinkan dirinya bahwa kedua anaknya itu selamat dari bencana yang menghancurkan Petobo pada 28 September 2018.

Berikut fakta di balik kisah kasih Ibu Henita kepada Rachel dan Aldo

1. Rachel dan Aldo, anak sulung dan kedua dari empat bersaudara

Rachel Arnee Putri (21) dan Aldo Ramadhan (18), buah hati Henita Pangkey (40), yang belum juga ditemukan sejak bencana likuefaksi, gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018.handout Rachel Arnee Putri (21) dan Aldo Ramadhan (18), buah hati Henita Pangkey (40), yang belum juga ditemukan sejak bencana likuefaksi, gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018.

Rachel dan Aldo adalah anak sulung dan kedua dari pasangan Muhammad Akbar Safar (43) dan Henita Pangke.

Setelah Rachel dan Aldo, dua anak terakhir adalah Mariska Bunga Aulia (14) dan Gibril Almubarak (9). Bunga dan Gibril saat ini masih bersama dengan Akbar dan Henita pasca-bencana gempa dan tsunami di Palu.

Sebelum bencana, keluarga Akbar tinggal di Kelurahan Petobo, Palu. Saat ini, sudah lebih dari sebulan sejak likuefaksi terjadi di wilayah Kelurahan Petobo, namun Henita masih juga belum bertemu dengan kedua buah hatinya tersebut.

Baca Juga: Viral Video Korban di Petobo Ditemukan setelah 2 Minggu Terkubur, Ini Keterangan Sementara Polisi

2. Saat bencana datang, Henita sedang di Batam

Pasca likuifaksi di PetoboKompas.com/Jodhi Yudono Pasca likuifaksi di Petobo

Saat bencana alam melanda keluarganya, Henita sedang dalam perjalanan dari Palu ke Batam, Kepulauan Riau untuk menghadiri sebuah kegiatan, hari Jumat (28/9/2018) pagi.

Saat transit di Jakarta, Henita sempat kontak via video call dengan suaminya, Muhammad Akbar.

Dalam obrolan singkat itu, sang suami berencana pergi ke acara Festival Palu Nomoni setelah maghrib.

Setelah lama transit di Jakarta, pesawat yang ditumpangi Henita mendarat di Batam sekitar pukul 17.00 Wita. Saat turun dari pesawat, henita langsung mengaktifkan telepon seluler.

Saat itulah dirinya mengetahui ada gempa di Palu.

“Pikiran saya, ah kalau terjadi tsunami, tidak mungkin sampai Petobo karena di ketinggian. Saya coba hubungi suami dan anak saya tapi semua tidak aktif. Tapi saya sempat berkomunikasi dengan Bunga, anak saya yang ketiga yang saat itu ada di sekolahnya. Saat itu, belum ada rasa cemas sama sekali. Akhirnya saya tahu kabar anak saya yang ketiga. Hanya suami dan tiga anakku yang belum berkabar,” katanya.

Baca Juga: Fakta di Balik Penemuan Bayi Laki-laki di Parit Pascatsunami

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X