Pengingat Peristiwa Gempa, Harimau Benggala Ini Diberi Nama Donggalah

Kompas.com - 04/10/2018, 14:24 WIB
Sepasang bayi harimau benggala saat dijemur matahari di Kawasan Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Jawa Barat, Jumat (4/8/2017). Dua bayi harimau yang belum memiliki nama itu lahir secara normal pada 25 Juni 2017 dari hasil perkawinan induk pasangan Shah Rukh Khan dan Sila. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSepasang bayi harimau benggala saat dijemur matahari di Kawasan Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Jawa Barat, Jumat (4/8/2017). Dua bayi harimau yang belum memiliki nama itu lahir secara normal pada 25 Juni 2017 dari hasil perkawinan induk pasangan Shah Rukh Khan dan Sila.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo kini memiliki keluarga baru, seekor bayi harimau benggala yang lahir 22 Agustus 2018 lalu dengan berat 900 gram.

Kini bayi harimau itu sudah berumur 43 hari.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial memberinya nama Donggalah. Nama tersebut diberikan bukan tanpa alasan.

Oded mengaku nama Donggalah diambil dari peristiwa gempa tsunami yang menimpa Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Gempa yang disusul tsunami itu menelan korban jiwa hingga lebih dari seribu orang.

"Saya diminta memberikan nama seekor harimau yang lahir di sini ( Bandung zoo) dengan nama Donggalah. Saya teringat di Palu mendapat musibah, saya ambil nama Donggala. Tapi karena harimau ini betina, maka saya kasih H ujungnya jadi Donggalah," pungkas Oded yang ditemui di Bandung Zoo, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/10/2018).

Baca juga: Jerat Tak Cuma Ancam Harimau, Bisa Musnahkan Semua Satwa di Sumatera

Juru bicara Bandung Zoo Sulhan mengatakan, Donggalah lahir dari induk betina harimau enggala asal India yang bernama Syla denganinduk  jantan yang bernama Sharuk Khan.

Induk harimau ini sebetulnya melahirkan dua ekor anak pada 22 Agustus 2018 lalu, namun hanya satu ekor anak harimau yang selamat.

"Hanya satu ekor yang selamat karena satu ekor dimakan induknya pada saat lahir. Melihat kondisi tersebut tim medis dan keeper harimau langsung mengambil anak yang tersisa," ujarnya.

Donggalah yang berjenis kelamin betina ini saat lahir memiliki berat 900 gram, kini beratnya 3,1 kg.

Donggalah diambil dari induknya untuk kemudian dirawat dibagian nursery, selanjutnya disusui dan dihangatkan sesuai kebutuhan.

"Kondisinya berjalan normal dan anak benggala kini sudah bisa berjalan. Sudah menuju ke proses berjalan namun masih selangkah demi selangkah," jelasnya.

Kedatangan Wali Kota Bandung Oded M Danial ke Bandung Zoo sendiri, lanjut Sulhan, karena tertarik dengan bayi benggala ini.

"Pak Oded ini datang sebagai pribadi bukan sebagai wali kota, dia tertarik bahkan menjadi bapak asuh dari bayi harimau ini," tuturnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X