Kompas.com - 25/09/2018, 12:19 WIB

LUWU TIMUR, KOMPAS.com - Ratusan tenaga honorer Kategori 2 (K2) yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FKH2I) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Selasa (25/9/2018) pagi menggelar unjuk rasa di kantor bupati.

Dalam aksinya, mereka menuntut pemerintah menunda penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini.

Ketua FKH2I Luwu Timur Muhammad Hukama meminta pemerintah pusat menunda pelaksanaan penerimaan CPNS umum sebelum tenaga honorer K2 terealisasikan secara keseluruhan tanpa batas usia dan tanpa tes.

Ia mendesak pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan revisi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Harusnya pemerintah memperhatikan nasib kami, para tenaga honorer K2 yang telah mengabdi untuk bangsa selama bertahun tahun,” kata Hukama.

Para tenaga honorer K2 juga mendesak pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden RI, untuk mengeluarkan regulasi atau landasan hukum bagi penerimaan honorer K2 secara keseluruhan.

"Di Luwu Timur masih terdapat 400 lebih tenaga honorer K2 yang belum diangkat menjadi CPNS.  Oleh karena itu, kami akan berjuang terus agar nasib teman-teman dapat menjadi perhatian pemerintah," ucapnya. 

Baca juga: Tuntut Jadi PNS, Ratusan Honorer Kategori 2 di Poso Berunjuk Rasa

Bupati Luwu Timur Thorig Husler yang menerima pengunjuk rasa berjanji akan meneruskan tuntutan para tenaga honorer K2 ke pemerintah pusat

”Saya perintahkan kepada dinas atau badan terkait agar mencatat semua tuntutan para honorer K2 untuk diperjuangkan di pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurut Husler, tingkat kesejahteraan para honorer, utamanya K2 masih terbilang rendah. Ia mengaku akan memperbaiki kesejahteraan tenaga honorer K2 di tahun 2019.

“Honorer memang menjadi salah satu fokus pemerintah Luwu Timur. Untuk itu, tahun 2019 mendatang, guru honorer yang selama ini menerima upah Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per bulan tidak boleh terjadi lagi. Kami sudah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 22 Miliar tahun depan. Jadi, guru nantinya akan menerima upah Rp 1 juta lebih,” jelasnya.

Kompas TV Seorang guru honorer di Probolinggo, Jawa Timur, ditangkap polisi karena menyebarkan ujaran kebencian terhadap Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.