Kompas.com - 24/09/2018, 18:57 WIB

POSO KOMPAS.com - Seratusan honorer kategori II (K2) gabungan dari berbagai instansi di Pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, berunjuk rasa, Senin (24/9/ 2018).

Aksi yang digelar di halaman kantor Bupati Poso tersebut menuntut Pemkab Poso diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam formasi penerimaan CPNS 2018.

Pantauan di lapangan, unjuk rasa itu tiba-tiba riuh saat seratusan pegawai honorer K2 memasuki halaman kantor Bupati Poso, sambil diiringi sirene mobil Satuan Polisi Pamong Praja.

Sambil berorasi, pengunjuk rasa membawa sejumlah karton putih berisi tuntutan agar Pemkab Poso perhatian terhadap nasib mereka. Sebab, sejak 2014, mereka mengabdi sebagai honorer kategori II (K2).

Baca juga: Tenaga Honorer yang Tak Lolos CPNS Tetap Bisa Jadi ASN

Di tengah unjuk rasa, bupati Poso menerima perwakilan pengunjuk rasa. Dalam pertemuan itu, perwakilan pengunjuk rasa menuntut, syarat batasan usia CPNS 2018 tidak berlaku bagi honorer K2. 

Seperti diketahui, seleksi CPNS 2018 mensyaratkan batas umur maksimal 35 tahun untuk peserta CPNS 2018. 

“Kami kurang lebih belasan tahun honor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Poso dan sampai saat ini kami Satpol PP maupun guru yang ada tidak mendapat kejelasan status kami untuk diangkat menjadi PNS,” Ungkap Erwin, perwakilan honorer K2.

Bupati Poso Darmin Agustinis Sigilipu berjanji menyurati pemerintah pusat agar keberadaan para honorer K2 di Poso dapat diperhatikan.

Menurut dia, apa yang dikeluhkan para honorer, merupakan hal wajar dan harus menjadi perhatian Pemda dan pemerintah pusat. Apalagi kejadian ini merata di Indonesia. 

Baca juga: Tuntut Jadi ASN, Honorer K2 dan Pemkab Pamekasan Akan Temui Menpan RB

“Kita akan coba nanti ya, merumuskan ini bagaimana mencari solusi khusus bagi honorer K2 yang memang sampai saat ini masih aktif," katanya.

"Kalau sudah tidak aktif, tidak tercatat di OPD-OPD mungkin kita tidak mampu untuk memperjuangkan. Yang kita ingin perjuangkan adalah teman-teman yang masih betul-betul aktif sampai saat ini,” ungkap Darmin. 

Sebelumnya, dalam formasi penerimaan CPNS 2018, Kabupaten Poso hanya mendapat jatah 193 orang. Sementara jumlah honorer K2 di Poso mencapai 2.000 orang.

Rendahnya jumlah penerimaan CPNS di Poso dikarenakan daerah itu dinilai memiliki 8.000 PNS, yang secara statistik paling besar di antara 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.