Kompas.com - 27/08/2018, 12:43 WIB
Tugu perjuangan di Kota Serui Kepulauan Yapen Papua KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Tugu perjuangan di Kota Serui Kepulauan Yapen Papua

Keberadaan gereja di Yapen berawal dari kedatangan zendeling (pekabar Injil) yaitu pendeta Ottow dan Pendeta Geissler pada Minggu 5 Februari 1855 di Pulau Mansiman.

Mereka menginjakkan kaki pertamakali di pantai pulau Mansinam dan mengucapkan doa sulung, “Dengan nama Tuhan, kami menginjak tanah ini.”

Kedua pendeta tersebut adalah utusan dari Misi Pekabaran Injil yang disponsori oleh tuan Gossner dan Geldring dari Belanda.

Kedua pendeta yang berasal dari Jerman tersebut sempat singgah di Batavia lalu ke Ternate untuk mempelajari bahasa Arafura dan sejarah Alkitab sebelum akhirnya meninggalkan Ternate pada 12 Januari 1855 dengan menggunakan kapal yang di nahkodai Constantijn menuju Tanah Papua.

Bahasa Arafura yang dipelajari ternyata tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan penduduk pulau Mansinam. Namun jerih payah mereka berhasil dengan pembangunan gereja untuk pertamakalinya pada 14 September 1864 di Pulau Mansinam.

Baca juga: Berkat Mie Kering Rumput Laut, Ibu-ibu di Sarawondori Papua Mampu Kuliahkan Anak

Frans Sanadi melanjutkan, 50 tahun kemudian berita Injil sampai di Yapen. Saat itu kapal Tedeman ditugaskan memasang lampu suar dibeberapa tanjung di wilayah Yapen dan beberapa guru jemaat ikut.

Pada tahun 1912, perahu zending Utrecht datang dari mansiman membawa tenaga guru yang berasal dari Maluku. "Mereka juga guru sekolah rakyat. Perubahan besar terjadi di Yapen. Khusus kota Serui, pada zaman Belanda dijuluki kota pendidikan (onderwys-centrum),” jelasnya.

Pemerintahan Kota Yapen mencatat saat itu banyak sekolah berpola asrama dari tingkat SD hingga sekolah kejuruan, antara lain Jongens Vervolgs School untuk putra, Meisjes Vervolgs School untuk putri setara kelas 4 sampai 6 SD.

Sekolah guru (Opleiding voor Volkschool Onderwyzer), sekolah guru jemaat, sekolah pendeta, sekolah penginjil, sekolah perawat dan kebidanan dan kursus pertanian (Landbouw Practyk Cursus).

“Kami ingin mengembalikan kembali julukan Yapen sebagai kota pendidikan. Saat ini kami memberikan pendidikan gratis mulai dari PAUD hingga SMA baik sekolah negeri ataupun sekolah swasta," katanya. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X