Sidang Frantinus Nirigi, PN Mempawah Disebut Tak Berwenang Mengadili

Kompas.com - 21/08/2018, 19:46 WIB
Terdakwa Frantinus Nirigi menyalami kuasa hukumnya Andel, seusai sidang pembacaan eksepsi yang digelar di PN Mempawah, Selasa (21/8/2018).KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Terdakwa Frantinus Nirigi menyalami kuasa hukumnya Andel, seusai sidang pembacaan eksepsi yang digelar di PN Mempawah, Selasa (21/8/2018).

MEMPAWAH, KOMPAS.com - Sidang perkara pokok yang menjerat terdakwa kasus dugaan candaan bom, Frantinus Nirigi digelar di Pengadilan Negeri Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (21/8/2018) sore.

Sidang keempat dengan agenda pembacaan eksepsi dari pihak terdakwa ini dihadiri kuasa hukum FN, Andel dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mempawah Ananta Tri Sudibyo.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai I Komang Dediek Prayoga serta Erli Yansah dan Arlyan.

Kuasa hukum FN saat ditemui usai sidang mengatakan, eksepsi yang dibacakan tersebut di antaranya menyebutkan bahwa PN Mempawah tidak berwenang mengadili perkara FN.

Baca juga: Gugatan Praperadilan Kasus Candaan Bom Frantinus Nirigi Terancam Gugur

Sebab, menurut Andel, laporan maupun surat penangkapan serta penahanan FN ditangani oleh Polresta Pontianak.

"Sedangkan Polresta Pontianak merupakan wilayah hukum PN Pontianak, jadi bukan wilayah hukum PN Mempawah," ujar Andel, Selasa sore.

Kedua, sambung Andel, sesuai dengan pasal 84 ayat 2 KUHAP, karena saksi banyak berada di wilayah Pontianak dan lebih dekat kepada PN Pontianak, maka yang berwenang mengadili perkara FN sesuai pasal tersebut adalah PN Pontianak.

"Yang ketiga eksepsi kita, bahwa surat dakwaan JPU tidak jelas dan kabur. Karena dalam dakwaan tersebut hanya menguraikan mengenai peristiwa hukum serta akibat hukum serta tempat dan waktu terjadinya peristiwa," kata Andel.

Jaksa, sambung Andel, tidak menguraikan secara jelas siapa yang dimaksud JPU dalam dakwaannya yang menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut.

"Nah untuk itu, kita minta PN Mempawah untuk mengabulkan eksepsi kita seluruhnya," bebernya.

Baca juga: Frantinus Nirigi, Antara Joke Bom dan Hasrat Pulang Kampung yang Terpendam

Andel menambahkan, terkait dengan rentetan tiga sidang perkara sebelumnya yang tidak dihadiri kuasa hukum maupun keluarga terdakwa, pihaknya mengaku sangat kecewa dengan hal tersebut.

Karena menurutnya, perkara ini sudah didampingi oleh kuasa hukum sejak awal.

"Nah, kenapa pada saat pelimpahan ke Kejari Mempawah kemudian oleh JPU dilimpahkan ke pengadilan juga tidak memberitahu keluarga ada persidangan dimulai," ungkapnya.

Page:


Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X