BBPOM Yogyakarta Sita Produk Berpengawet Mayat dari 14 Pedagang Pasar Wates

Kompas.com - 02/07/2018, 17:03 WIB
Beberapa kerupuk corak merah muda yang terdeteksi rodhamin B dan formalin di Pasar Wates, Yogyakarta, Senin (2/7/2018). KOMPAS.com/DANI JBeberapa kerupuk corak merah muda yang terdeteksi rodhamin B dan formalin di Pasar Wates, Yogyakarta, Senin (2/7/2018).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Kandungan pengawet mayat dan pewarna kain kembali ditemukan dalam sejumlah barang dagangan di Pasar Wates di Kulon Progo, Yogyakarta.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan ( BBPOM) Yogyakarta pun menyita barang temuan itu dari 14 pedagang dan meminta mereka untuk tidak menjualnya lagi.

"Kami tidak akan bina-bina lagi. Pedagang itu (ngomong) iya-iya (di hadapan petugas) tapi menjualnya lagi. Kalau kami menemukan positif (zat berbahaya), maka kami akan angkat semua," kata Sandra MP Linthin, Kepala BBPOM Yogyakarta, Senin (2/7/2018).

BBPOM memeriksa 42 barang dagangan di Pasar Wates, di antaranya seperti rengginang warna warni, krupuk bahan singkong dengan corak merah, dan camilan lanting. Juga ada krupuk semprong berwarna, roti bolu hingga ikan teri asin. Mereka juga memeriksa air rendaman tahu.

Baca juga: BBPOM: 40 Apotek di Sulawesi Selatan Menjual Obat Ilegal

Cukup mengejutkan bagi BBPOM. Sebanyak 6 dari 7 sample ikan teri asin dan teri medan rupanya mengandung formalin. Sebanyak 8 kerupuk dengan corak merah muda kedapatan mengandung Rodhamin B.

Formalin merupakan larutan tak berwarna dengan aroma tajam. Biasanya formalin dipakai sebagai perekat kayu lapis, desinfektan barang medis, maupun pengawet mayat.

Rhodamin B juga tidak kalah mengerikan bila bercampur dengan panganan. Zat ini merupakan pewarna sintetis yang biasa digunakan industri tekstil dan kertas.

"Ada 4 bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan, yakni: formalin, Rhodamin B, Borax, dan pewarna Methanyl Yellow. Ini yang kami terus kejar dan tuntaskan ke produsennya," kata Sandra.

Baca juga: BBPOM Sulsel Tutup Sementara Distributor Resmi yang Jual Obat PCC

BBPOM menyita semua barang dagangan yang terindikasi bahan berbahaya, mengumpulkan pedagang-pedagang itu, dan memintanya tiap pedagang membuat pernyataan tertulis untuk tidak menjual lagi barang serupa.

"Kami akan lebih tegas. Apalagi di bulan Ramadhan, kami menemukan ikan teri berformalin di semua pasar Sleman sebanyak 40 pasar. Kami akan fokus pada 3 pasar baik di Sleman, Wates, dan Bringharjo," kata Sandra.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X