Kompas.com - 04/10/2017, 17:15 WIB
Kompas TV Pil PCC Masih Dicari Meski Tak Dijual Lagi di Apotek
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sulawesi Selatan mengungkapkan, sebanyak 40 apotek melakukan pelanggaran karena menjual obat-obat ilegal yang salah satunya adalah paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC).

"Khusus di Sulsel, ada 40 apotek yang melanggar karena jual obat ilegal seperti PCC yang sudah dicabut izin edarnya sejak tahun 2013. Ada beberapa apotek yang sudah ditutup dan beberapa yang direkomendasikan ke Dinas Kesehatan untuk ditutup," ungkap Kepala BBPOM Sulsel, Muhammad Guntur ketika dikonfirmasi, Rabu (4/10/2017).

Guntur menyatakan, pihaknya terus mengawasi secara rutin peredaran obat dan makanan di masyarakat. Bukan hanya di Kota Makassar, tetapi juga ke ujung desa-desa di Sulsel.

"Semua produk ilegal yang sudah dilarang, termasuk produk palsu kami melakukan pengawasan ketat," katanya.

Dengan banyaknya penyalahgunaan obat-obat terlarang, Guntur menegaskan peran BPOM sangat penting. Maka dari itu, dia sangat mendukung langkah DPR RI untuk membuat undang-undang pengawasan obat dan makanan.

"Undang-undang itu nantinya untuk memperkuat BPOM. Kami tidak bisa bergerak jika sendiri, harus didampingi dari kepolisian. Kalau ada undang-undang baru itu, kinerja kami bisa lebih maksimal," tuturnya.

Baca juga: Belum Ada Tersangka dalam Kasus Kepemilikan 29.000 Butir PCC

Untuk memberantas obat ilegal yang beredar di masyarakat, sambung Guntur, BBPOM Sulsel terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan komunitas-komunitas di Sulsel.

"Kita bersama melakukan pemberantasan obat ilegal. Karena ini kejahatan kemanusiaan. Tidak bisa kita sendiri, harus ada dukungan masyarakat. Kalau di sekolah, kami kerja sama dengan Dinas Pendidikan mengedukasi dengan cara penyuluhan," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X