Kompas.com - 28/04/2018, 21:42 WIB
Birute Mary Galdikas berfoto bersama peserta pelatihan interpreter destinasi wisata Tanjung Puting di Pangkalan Bun, Rabu (25/7/2018) Kompas.com/Budi BaskoroBirute Mary Galdikas berfoto bersama peserta pelatihan interpreter destinasi wisata Tanjung Puting di Pangkalan Bun, Rabu (25/7/2018)

Ia juga memperhatikan detail lain. Ketika daftar kehadiran ditandatangani 26 orang, ia mempertanyakan kenapa yang hadir hanya 25 orang.

Dedikasi pada orangutan

Spirit dan kedetailan itulah mungkin menjadi aspek terpenting yang membuat dedikasi Birute untuk orangutan dan konservasi lingkungan tetap menggelora sejak 47 tahun silam.

Birute datang pertama kalinya ke Tanjung Puting, Kalimantan Tengah pada 1971 untuk sebuah riset perilaku orangutan di bawah promotor Louis Leakey, ahli paleoantrologi.

Berkat kerja kerasnya dalam riset di wilayah yang saat itu masih sangat alami hutannya, Birute berhasil mengenalkan orangutan sebagai bagian dari bangsa kera besar dunia. Sebelumnya, orang hanya tahu simpanse dan gorila gunung di Afrika sebagai golongan kera besar itu.

Leakey kemudian menyebut Birute, bersama Jane Goodall, ahli simpanse, dan Dian Fossey (1932 - 1985), pakar gorila gunung, yang lebih dahulu melakukan penelitian, sebagai The Trimates.

Baca juga : Kenapa Orangutan di Penangkaran Lebih Cerdas daripada di Alam?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena riset orangutan itu pula, Birute meraih doktor dari University of California Los Angeles (UCLA) dengan disertasi berjudul Orangutan adaptation at Tanjung Puting Reserve, Central Borneo pada 1978. Selain menjadi profesor di Simon Fraser, Birute juga menjadi guru besar luar biasa pada Universitas Nasional Jakarta.

Ia juga menerima begitu banyak penghargaan yang diberikan padanya, termasuk kalpataru dari Pemerintah Republik Indonesia karena perannya dalam menggerakkan konservasi lingkungan hidup.

Perempuan berdarah Lituania ini kemudian mendirikan OFI sebagai lembaga yang memayungi aktivitas penelitian, konservasi dan rehabilitasi orangutan pada 1986. Kini ada 230 karyawan yang bekerja di OFI.

Birute memperlakukan orangutan layaknya manusia. Di hadapan peserta pelatihan interpreter, ia mengaku mencuci tangan sampai 20 kali sehari, demi menjaga agar orangutan tak tertular bakteri yang dapat menimbulkan penyakit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X