Kompas.com - 09/03/2018, 20:32 WIB
Seekor orangutan tampak memungut puntung rokok yang dilempar pengunjung di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/3/2018). POTONGAN VIDEO MARISON GUCIANOSeekor orangutan tampak memungut puntung rokok yang dilempar pengunjung di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/3/2018).

BANDUNG, KOMPAS.comOrangutan bernama Ozon terekam tengah mengisap rokok yang diberikan pengunjung. Dalam video berdurasi 59 detik itu, satwa jenis great apes atau kera besar tersebut terlihat seperti sudah terbiasa merokok

Padahal, menurut Kepala Kesehatan dan Penelitian Kebun Binatang Bandung (KBB) drh Dedi Trisasongko, sejak Ozon tiba di KBB pada 2003 lalu, spesies kera asal Kalimantan itu baru pertama kali mengisap rokok. 

Lalu bagaimana bisa kera tersebut terlihat seperti terbiasa mengisap rokok. Begini penjelasan Dedi.

Dedi menyebut, 97 persen genetika DNA orangutan mirip dengan manusia. Hal tersebut yang mengindikasikan inteligensi orangutan lebih tinggi dibanding primata lainnya. 

(Baca juga: Pelemparan Rokok ke Orangutan Dikhawatirkan Mengubah Kesehatan dan Perilakunya)

"Jadi orangutan itu masuk dalam great apes atau kera besar. Dia 97 persen gen DNA-nya hampir mirip dengan manusia. Artinya, pembelajaran dari orangutan ini sangat besar dibanding dengan primata lainnya. Mencontoh itu sangat cepat," ujarnya.

Selain itu, terkadang orangutan juga memiliki area terbuka sehingga pengunjung bisa secara langsung melihat tingkah orangutan secara langsung begitu pun dengan orangutan yang dapat melihat langsung perilaku pengunjung.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, tak sedikit pengunjung yang menyaksikan tingkah laku primata ini sambil mengisap rokok. 

Menurut Dedi, tidak menutup kemungkinan pola prilaku Ozon yang dapat mengisap rokok seperti halnya manusia lantaran meniru pengunjung yang datang ke kandangnya itu.

"Ya bisa dari situ (meniru perilaku pengujung yang merokok). Namun, sejauh ini yang baru diketahui pola perilaku Ozon hanya merokok saja, belum ada yang lain," ujarnya.

(Baca juga: Pelempar Rokok ke Orangutan di Kebun Binatang Bandung Serahkan Diri ke Polisi )

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pengunjung untuk tidak memberikan makanan dan minuman dan benda lainnya ke kandang satwa yang ada di kebun binatang. 

"Jadi, pengunjung kami imbau untuk tidak memberikan makanan dan minuman, apalagi rokok kepada satawa, dan kami sudah pasang (papan peringatan) itu," ujarnya.

Dedi mengaku, setelah adanya peristiwa pelemparan rokok terhadap orangutan yang kini berusia 23 tahun itu, pihak kesehatan KBB langsung memeriksa orangutan secara langsung baik dari perilaku dan respirasinya.

"Hasilnya tidak ada luka, baik dari api rokok dan lainnya. Tidak ada sesak napas atau batuk. Perilaku makan normal dan aktivitas normal," katanya.

Ia menjelaskan, ketika orangutan mengisap rokok tersebut, efeknya akan berimbas kepada kesehatan orangutan itu sendiri. "Efeknya akan sama seperti halnya dengan kesehatan manusia," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X