Miliki Harta Rp 82 Miliar, Cawagub Nomor Urut 3 Jadi Calon Terkaya di Sumsel Sesuai LHKPN

Kompas.com - 10/04/2018, 20:49 WIB
Wakil Ketua KPK Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan (tengah) saat berada di KPU Sumsel memberikan penjelasan harta kekayaan para cagub dan cawagub Sumsel. Kompas.com/Aji YK PutraWakil Ketua KPK Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan (tengah) saat berada di KPU Sumsel memberikan penjelasan harta kekayaan para cagub dan cawagub Sumsel.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur Sumatera Selatan nomor urut 3, Yudha Pratomo, menjadi cawagub paling kaya dibandingkan calon lain.

Dari Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara ( LHKPN) di Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Sumsel, harta kekayaannya mencapai Rp 82 miliar.

Adapun pasangannya, Ishak Mekki, sebagai cagub Sumsel menjadi paling miskin dengan total harta kekayaan hanya Rp 14,5 miliar.

Di urutan kedua, cagub Sumsel nomor 1, Herman Deru, memiliki kekayaan sebesar Rp 34 miliar, sedangkan pasangan Mawardi Yahya mencapai Rp 14 miliar.

Kemudian, cagub Sumsel nomor 2, Aswari Rivai, harta kekayaannya mencapai Rp 29 miliar, dengan utang mencapai Rp 352 juta.

Sedangkan kekayaan pasangan cawagub Sumsel, Irwansyah, yakni mencapai Rp 12,4 miliar tanpa utang.

Baca juga: Debat Pilkada Sumsel Berlangsung Kondusif, Setiap Paslon Paparkan Strateginya

Cagub Sumsel nomor 4, Dodi Reza Alex, harta kekayaannya mencapai Rp 31 miliar dengan utang Rp 67 juta. Sedangkan pasangannya cawagub Sumsel, Giri Ramanda, harta kekayaan mencapai Rp 16 miliar dengan utang Rp 700 juta.

Ketua KPU Sumsel Asphani mengatakan, selain melaporkan harta kekayaan, semua pasangan calon juga harus melaporkan jumlah dana kampanye kepada penyelenggara pemilu.

Dari aturan KPU, dana kampanye semua calon dibatasi sebesar Rp 97 miliar. Sementara itu, para paslon hanya diperbolehkan menerima sumbangan pribadi sebesar Rp 75 miliar dan pihak swasta Rp 750 juta.

“Jika tidak ada paslon yang melaporkan jumlah dana kampanye, sanksinya bisa digugurkan. Para paslon harus membuat laporan awal dana kampanye, laporan penerimaan sumbangan dana kampanye, dan laporan pengeluaran dana kampanye,” kata Asphani saat mengumumkan harta kekayaan para cagub dan cawagub Sumsel, Selasa (10/4/2018).

Harta kekayaan dan dana kampanye yang dilaporkan, menurut Asphani, dilakukan untuk mengontrol pengeluaran para paslon selama pilkada berlangsung sehingga tidak ada satu pun yang menyalahi aturan.

“Tentu kami berharap rekening dana kampanye paslon harus aktif sehingga itu bisa dikontrol dan bisa dicermati oleh KPK dan polisi untuk melihat kejujuran paslon,” ujar Asphani.

Baca juga: Fakta Seputar Pilkada Sumsel: Adu Sakti di Bumi Sriwijaya

Wakil Ketua KPK Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan menambahkan, pihaknya akan membantu mengawasi KPU selama pilkada berlangsung. Namun, dia mengimbau para paslon petahana untuk tidak memanfaatkan jabatannya untuk berkampanye.

“Petahana, statusnya penyelanggara negara, ini menjadi kewenangan KPK. Tapi, bersentuhan dengan pilkada, itu wewenangnya Gakkumdu. Namun, apabila ditemukan petahana masih mengendalikan proyek, ini ada beberapa yang diambil KPK. Misalnya, masih menghubungi, memanfaatkan kepala dinas, dan masih dapat dana dari kepala dinas dan pelaku usaha, akan kami tangkap. Modus ini sering ditemukan KPK,” ucap Basaria.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tepergok 'Video Call' dengan Wanita Lain, Notaris di Palembang Aniaya Istri

Tepergok "Video Call" dengan Wanita Lain, Notaris di Palembang Aniaya Istri

Regional
Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Surabaya Terima Ribuan Baju Hazmat dan Masker KN95 dari Kemenkes

Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Surabaya Terima Ribuan Baju Hazmat dan Masker KN95 dari Kemenkes

Regional
127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

Regional
Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

Regional
Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Regional
Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

Regional
Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan 'New Normal'

Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan "New Normal"

Regional
Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

Regional
Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

Regional
Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

Regional
Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

Regional
Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

Regional
Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

Regional
Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X