Debat Pilkada Sumsel Berlangsung Kondusif, Setiap Paslon Paparkan Strateginya - Kompas.com

Debat Pilkada Sumsel Berlangsung Kondusif, Setiap Paslon Paparkan Strateginya

Kompas.com - 15/03/2018, 07:39 WIB
Ilustrasi: Pilkada Serentak 2018ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Ilustrasi: Pilkada Serentak 2018

PALEMBANG, KOMPAS.com - Debat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sumatera Selatan berlangsung kondusif di Ballroom Novotel, Palembang, Rabu (14/3/2018).

Masing-masing paslon memaparkan visi dan misi serta strategi membangun Sumsel lima tahun ke depan.

Paslon nomor satu, Herman Deru dan Mawardi Yahya, mengatakan, pihaknya tidak ingin berdebat panjang lebar. Apa pun yang terjadi, pihaknya mengutamakan kerja nyata dalam membangun kembali Sumsel.


"Kami bakal siapkan perubahan nyata, terutama kesejahteraan masyarakat desa. Doakan kami jika terpilih nanti," tutur Herman Deru.

Sedangkan paslon nomor dua, Aswari Rifai dan Irwansyah, mengatakan mempunyai pengalaman dua periode memimpin Kabupaten Lahat. Dengan begitu, pihaknya siap kembali membangun Sumsel.

"Insya Allah Sumsel lebih baik. Kami tawarkan Sumsel baru di sini. Jangan ada lagi jargon atau janji palsu untuk rakyat. Mari bekerja untuk Sumsel lebih baik," papar Aswari.

Baca juga: Kata Pengamat soal Debat Publik Perdana Pilkada Jabar 2018

Sementara itu, pasangan petahana Ishak Mekki dan Yudha menawarkan kombinasi pemimpin senior dan junior dengan integritas tinggi. "Selain itu, berakhlak baik dan mampu melanjutkan pembangunan di Sumsel," ujar Ishak.

Di sisi lain, ada pula pasangan muda Dodi Reza Alex Noerdin dan Giri Ramanda di nomor urut empat. Pihaknya juga bakal melanjutkan program gubernur lama dengan menambah kesejahteraan para petani dan pembangunan infrastruktur yang belum tuntas.

"Kami akan realisasikan program ini. Sumsel memanggil kami. Tinggal lagi bekerja dengan baik," ucap Dodi.

Baca juga: Debat Publik Pilkada Jabar, Komunitas Ini Promosikan Budaya Sunda

Kompas TV Salah satu topik yang dipaparkan kandidat dalam debat adalah soal pemberantasan korupsi di Jawa Barat.




Close Ads X