Bandara New Yogyakarta International Airport, Warga Jangan Cuma Menonton

Kompas.com - 26/03/2018, 11:51 WIB
Warga melintas dengan sepeda kayuh di dekat lahan proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport di Temon, Selasa (14/11/2017). Tampak di latar belakang, aktivitas pekerja mengoperasikan instalasi pemasang tiang pancang atau paku bumi dalam proyek tersebut. TRIBUNJOGJA.com/Singgih WahyuWarga melintas dengan sepeda kayuh di dekat lahan proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport di Temon, Selasa (14/11/2017). Tampak di latar belakang, aktivitas pekerja mengoperasikan instalasi pemasang tiang pancang atau paku bumi dalam proyek tersebut.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan membentang seluas 587,3 hektar di Desa Jangkaran, Sindutan, Palihan, Kebonrejo, dan Glagah di Kecamatan Temon, Kulon Progo, Yogyakarta.

Belum lama ini, Angkasa Pura I mengklaim sudah tidak memiliki hambatan lagi untuk membangun bandara ini.

Bukan hanya tempat tinggal yang tersita pembangunan NYIA, tetapi juga hampar sawah, tegalan, tambak, hingga area wisata. Ribuan orang pun mengalami perubahan nasib, termasuk para petani yang menggarap sawah dan tegalan para tuan tanah.

Galih Restunawi dari Dusun 5 Desa Glagah juga merasakan perubahan itu. Pemuda 25 tahun ini dulunya bisa mengumpulkan belalang di lahan pertanian, disetor ke pengepul, lantas dijual ke pengolah di Wonosari. Dia biasa mengantongi setidaknya Rp 40.000 per kilogram belalang yang didapatinya dalam semalam.

“Tapi, semua tinggal kenangan,” kata Gilang.

(Baca juga: Cerita Menegangkan di Balik Sneaker Asli Bandung yang Dibeli Jokowi)

Lahan itu sudah tidak ada lagi. Tuan tanahnya pergi setelah ganti rugi. Ayahnya terpaksa mengontrak lahan lain 5 kilometer jauhnya dari sawah semula. Galih tidak ikut membantu di sana. Dia memilih bergabung di usaha penumpukan pasir di Temon sebagai sopir.

Iksan Wahyu dari Dusun V Desa Glagah punya kenangan serupa Galih. Pemuda berusia 21 tahun ini baru saja lulus dari 24 hari pelatihan las listrik. Iksan dan orangtuanya dulu penggarap tegalan berisi sayur. Dari situ mereka memperoleh uang.

Setelah tanah garapan habis, belum ada lagi pekerjaan yang pas yang bisa menghasilkan uang untuk kehidupan sehari-hari.

Iksan memang punya kemampuan menyambung logam dengan las kini. Namun, tanpa penyaluran, Iksan pun gamang antara keinginan mandiri, mencari pengalaman, dan menunggu dalam ketidakpastian pembangunan bandara membuka perekrutan tukang las.

“Maunya mandiri (buka bengkel). Punya pengalaman dulu,” kata Iksan.

Dia bersama kelompoknya mencoba mencari cara memiliki mesin las. Menurut Iksan, kecakapan las yang dimilikinya, pengganti kecakapan tani, mesti segera ada penyalurannya.

Jangan cuma nonton

Galih dan Iksan, dua mantan penggarap pertanian di Desa Glagah. Mereka mendadak harus beralih dari petani jadi pekerja penuh daya saing.

Keduanya belum menatap masa depan pasti dengan kehadiran bandara dan pembangunannya. Beda dengan ketika jadi penggarap bersama orangtua.

Namun, Galih dan Iksan mengaku lebih beruntung ketimbang ratusan anak muda lain dari desa-desa terdampak. Galih sekarang jadi sopir di sebuah usaha penumpukan pasir. Iksan baru saja lulus dari pelatihan mengelas listrik dan kini menanti panggilan kerja.

(Baca juga: Cerita Polisi Anak Pemecah Batu Cium Kaki Ayah, Dulu Tak Dianggap Kini Semua Datang Menyalami)

Warga terdampak yang sudah tersebar ada yang mampu mengontrak lahan dan jadi bertani di desa lain.

Tidak sedikit yang bergeser ke tempat wisata Pantai Glagah, jadi pedagang di sana, sedangkan anak mudanya bergabung di lahan-lahan parkir wisata atau masih menganggur.

“Seharusnya jangan jadi penonton, tetapi bisa dibekali, bisa ikut partisipasi (di bandara atau pembangunannya). Ada mahasiswa yang tadi petani, di sini banyak SDM putus sekolah. Biar mereka punya masa depan cerah,” kata Ketua Paguyuban Warga Terdampak Bandara Pantai Selatan (Patra Pansel) Ferry Teguh Wahyudi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.