Berita Foto: Banjir Bandang di Cicaheum Bandung, Lumpur Tebal, hingga Mobil Bertumpuk

Kompas.com - 21/03/2018, 10:05 WIB
Warga mengamati kendaraan yang terseret banjir bandang di Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIWarga mengamati kendaraan yang terseret banjir bandang di Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com — Banjir bandang menerjang sejumlah titik di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018) sekitar pukul 16.20. Banjir diawali hujan lebat yang menyebabkan Sungai Cipamokolan meluap.

Banjir menyebabkan kekacauan di kawasan tersebut.

Lumpur tebal menutup Jalan AH Nasution di Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

(Baca juga: Harimau Bonita yang Misterius, Bangun Lagi Setelah Ditembak hingga Peluru Petugas yang Terus Mental)

Seorang warga terbawa arus di salah satu parit. Beruntung korban yang berprofesi sebagai guru itu bisa diselamatkan.

Sejumlah kendaraan roda empat juga terseret banjir di Jalan AH Nasution. Ada sekitar 17 mobil yang berada di garasi penitipan mobil saling bertumpuk karena terdorong arus.

"Di situ kami pantau ada bau bahan bakar. Kami sudah informasikan jangan sampai ada yang merokok karena bahan bakar minyak itu berada di atas air. Kalau ada percikan api bisa terjadi kebakaran," ungkap anggota Rescue Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung, Totoy Yuhasmana.

Sementara itu, sejumlah sepeda motor masuk parit karena terbawa derasnya banjir bandang saat itu.

(Baca juga: Banjir Bandang Terjang Kota Bandung, 17 Mobil Terseret hingga Menumpuk)

Rabu (21/3/2018), sisa-sisa banjir belum sepenuhnya bersih.

"Lumpur masih ada di pinggir-pinggir jalan. Sampah juga banyak dari akar-akar pohon sampai puing-puing lemari," ujar pengguna Jalan AH Nasution, Pirman Hermansyah.

Berikut ini foto-foto setelah banjir bandang di kawasan Cicaheum:


Warga mengamati kendaraan yang terseret banjir bandang di Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Warga mengamati kendaraan yang terseret banjir bandang di Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.

 

Petugas pemadam kebakaran Kota Bandung membersihkan lumpur akibat banjir bandang di Jalan AH Nasution, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Petugas pemadam kebakaran Kota Bandung membersihkan lumpur akibat banjir bandang di Jalan AH Nasution, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.

 

Suasana rumah yang roboh akibat banjir bandang di Kecamatan Jatihandap, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Suasana rumah yang roboh akibat banjir bandang di Kecamatan Jatihandap, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.

 

Warga membersihkan lumpur di dalam musala akibat banjir bandang di Kecamatan Jatihandap, Bandung, Jawa Barat, (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Warga membersihkan lumpur di dalam musala akibat banjir bandang di Kecamatan Jatihandap, Bandung, Jawa Barat, (20/3/2018). Banjir bandang yang disertai lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cipamokolan akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.

 

Kendaraan roda dua saat melintas di hamparan lumpur Jalan AH Nasution, Cicaheum, Bandung, setelah banjir lumpur, Selasa (20/3/2018).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kendaraan roda dua saat melintas di hamparan lumpur Jalan AH Nasution, Cicaheum, Bandung, setelah banjir lumpur, Selasa (20/3/2018).

 

Petugas gabungan saling bahu membahu membersihkan lumpur di Jalan AH Nasution pasca banjir bandang yang terjadi Selasa (201/3/2018) sore.Dok Dinas pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Kota Bandung Petugas gabungan saling bahu membahu membersihkan lumpur di Jalan AH Nasution pasca banjir bandang yang terjadi Selasa (201/3/2018) sore.

 

Petugas Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung saat membersihkan lumpur di Jalan Purwakarta pasca banjir bandang, Rabu (21/3/2018).Dokumentasi DPPK Kota Bandung Petugas Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung saat membersihkan lumpur di Jalan Purwakarta pasca banjir bandang, Rabu (21/3/2018).

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Regional
Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Regional
Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X