JR Saragih Tersangka, Polisi Kantongi Bukti Tanda Tangan Tidak Identik di Ijazah

Kompas.com - 16/03/2018, 07:20 WIB
Bakal calon Gubernur Sumatera Utara JR Saragih (kedua kiri) melambaikan tangan ketika meninggalkan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut usai mengikuti sidang putusan sengketa Pilkada, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/3). Bawaslu Sumut mengabulkan sebagian permohonan gugatan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut JR Saragih-Ance Selian, diantaranya memerintahkan JR Saragih untuk melakukan legalisir ulang fotokopi ijazah SMA dan dapat mengikuti Pilkada jika telah memenuhi syarat. ANTARA FOTO/Irsan MulyadiBakal calon Gubernur Sumatera Utara JR Saragih (kedua kiri) melambaikan tangan ketika meninggalkan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut usai mengikuti sidang putusan sengketa Pilkada, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/3). Bawaslu Sumut mengabulkan sebagian permohonan gugatan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut JR Saragih-Ance Selian, diantaranya memerintahkan JR Saragih untuk melakukan legalisir ulang fotokopi ijazah SMA dan dapat mengikuti Pilkada jika telah memenuhi syarat.

MEDAN, KOMPAS.com - Polisi sudah mengantongi bukti terkait penetapan politisi Jopinus Ramli Saragih sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan legalisasi ijazah dan tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Ramli.

Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Andi Rian mengatakan, penetapan JR Saragih sebagai tersangka pemalsuan dokumen saat mendaftar menjadi bakal calon gubernur Sumatera Utara ini sudah didukung bukti dan Penetapan ini diperkuat keterangan saksi-saksi yang sudah diperiksa penyidik.

"Kami sudah memiliki bukti konkrit. Hasil uji laboratorium forensik, tanda tangan non-identik, artinya tidak sama. Itulah bukti fisik dari pemalsuan yang diduga dilakukan JR Saragih," kata Andi, Kamis (15/3/2018) malam.

(Baca juga: Jadi Tersangka, JR Saragih Diduga Palsukan Ijazah dan Tanda Tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI)

Penelusuran kasus ini bermula dari laporan ke polisi dan pernyataan pihak JR Saragih yang menyatakan bahwa ijazahnya ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto.

"Penyidikan dimulai dari pernyataan bahwa dinas pendidikan DKI yang mengeluarkan legalisasi dan tanda tangan. Akhirnya diketahui dokumen tersebut palsu. JR Saragih melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 184 tentang Pemilihan Kepala Daerah, ancaman hukumannya enam tahun penjara," tuturnya.

Selain itu, penetapan tersangka terhadap mantan Bupati Simalungun itu pun diperkuat dengan diperkuat dengan keterangan saksi-saksi yang sudah diperiksa penyidik.

"Penyidikan dimulai dari pernyataan dinas pendidikan DKI yang mengeluarkan legalisasi dan tanda tangan, akhirnya diketahui dokumen tersebut palsu. JR Saragih melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 184 tentang Pemilihan Kepala Daerah, ancaman hukumannya enam tahun penjara," ungkap Andi.

(Baca juga: Tak Lolos Pilkada Sumut, JR Saragih Pun Menangis...)

Selain pelapor, polisi juga sudah memintai keterangan Komisioner KPU Sumut dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Sopan Andrianto.

Pihaknya juga sebelum gelar perkara melakukan penggeledahan di kantor KPU Sumut dan kantor DPD Partai Demokrat Sumut dan menyita sejumlah barang bukti.

"Besok kami akan melayangkan surat panggilan untuk menghadiri pemeriksaan di Sentra Gakkumdu,” ucap Andi.

Mantan Wadir Reskrimsus Polda Sumut ini mengatakan, tindak pidana pada pemilihan umum adalah kasus spesialis dan utama makanya penyelidikan dilakukan tim Sentra Gakkum. Tim terdiri dari Bawaslu, penyidik kepolisian dan kejaksaan. Namun waktu yang disediakan untuk Bawaslu Sumut melakukan verifikasi, penyidik melakukan penyidikan dan jaksa melakukan penuntutan sangat singkat.

“Untuk mengetahui kasus ini masuk pidana pemilu atau tidak, Bawaslu cuma punya waktu lima hari, kemudian penyidik melakukan penyidikan selama 14 hari. Sudah harus selesai dan sampai ke jaksa,” ungkapnya.

(Baca juga: Wanita di Bali Hebohkan Warga, Tiba-tiba Lari Padahal Disebut Sudah Meninggal)

Sementara itu, pada hari yang sama pada Kamis petang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menyatakan pasangan JR Saragih-Ance Selian yang diusung Partai Demokrat, PKB dan PKPI kembali dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai peserta Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018.

Keputusan ini dibacakan dalam penyampaian berita acara hasil keputusan rapat pleno lima komisioner KPU Sumut.

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Regional
Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Regional
Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Regional
Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Regional
Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Regional
Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Regional
Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Regional
Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Regional
Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X