Kompas.com - 13/10/2017, 10:20 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAMUJU, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dengan cara menghamburkan puluhan karung pupuk subsidi jenis pupuk NPK yang diduga palsu di kantor Gubernur Sulawesi Barat, berlangsung ricuh, Jumat (13/10/2017).

Kericuhan dipicu lantaran kepala Dinas Pertanian Sulbar yang tak tahan emosi dikritik mahasiswa, melemparkan karung kosong ke arah mahasiswa hingga memicu emosi para pengunjuk rasa.

Massa sempat terlibat aksi saling dorong dengan petugas Satpol PP dan polisi. Aksi kericuhan tersebut baru mereda setelah Kasatpol PP menemui massa aksi.

Dalam tuntutannya, massa aksi meminta kepada gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar agar melakukan evaluasi total mekanisme penyaluran pupuk subsidi agar tidak merugikan petani dan menjadi ajang penipuan petani.

Selain itu, massa aksi juga meminta menganggarkan ulang pengadaan pupuk pada tahun berikutnya dengan ketentuan jangan dikerjakan asal-asalan, dan harus mendapat pengawalan ketat sehingga pupuk yang sampai ke tangan petani selalu pengguna dipastikan pupuk asli dan bukan pupuk palsu yang tidak membawa dampak apa pun terhadap tanaman petani.

“Kami menuntut pemerintah agar memperbaiki mekanisme distribusi pupuk subsidi untuk melindungi petani dari praktik kejahatan pemalsuan pupuk subsidi,” papar Sompa, koordinator aksi di depan kantor Gubernur Sulbar, Jumat hari ini.

Baca juga: Kisah Fredy Candra, Murid "Gila" yang Terbangkan 65 Gurunya Jalan-jalan ke Luar Negeri

Hingga kini belum diketahui jumlah pupuk yang diduga palsu beredar di sejumlah kecamatan di Mamuju. Pupuk jenis NPK yang yang diduga palsu diketahui sejumlah petani setelah lebih dari sepekan memupuk tanaman padinya, namun kondisi pupuk tidak hancur atau tetap berbentuk butiran keras dan tidak membawa pengaruh apa pun terhadap pertumbuhan padi mereka.

Usai menyampaikan beberapa tuntutannya puluhan massa aksi langsung meninggalkan kantor gubernur Sulbar, namun ratusan massa aksi berjanji jika tuntutannya tidak terpenuhi akan kembali berunjuk rasa di kantor Gubernur Sulbar untuk menagih komitmen pemerintah dalam melindungi petani dari praktik kejahatan pemalsuan pupuk.

Kompas TV Dinas Kesehatan yang datang langsung menginspeksi ke sejumlah ruangan tempat pembuatan sari kelapa.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Regional
Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Regional
Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Regional
Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Regional
Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Bupati Jekek: Dengan 'Telunjuk Sakti' Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Regional
Zona Blok Masela dan Potensi 'Provinsi Prisai' Indonesia

Zona Blok Masela dan Potensi "Provinsi Prisai" Indonesia

Regional
Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Regional
Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.