Anak Pengungsi Gunung Agung Tetap Bersekolah Meski Tanpa Seragam

Kompas.com - 28/09/2017, 18:48 WIB
Fika (tengah) David (berbaju kuning), dan rekanya para pengungsi yang bersekolah di MI Klungkung Bi KOMPAS.COM/Ira RachmawatiFika (tengah) David (berbaju kuning), dan rekanya para pengungsi yang bersekolah di MI Klungkung Bi
|
EditorFarid Assifa

KARANGASEM, KOMPAS.com - David Wahyu Fahriza (10) telihat akrab dengan teman-teman barunya di Madrasah Ibtidaiyah Klungkung.

Walaupun tidak menggunakan seragam, David tetap mengikuti kegiatan belajar dan mengajar seperti siswa pada umumnya. Selain David, ada 53 siswa pengungsi Gunung Agung yang ditampung di sekolah tersebut.

Kepada Kompas.com, Kamis (28/9/2017), David mengaku sudah tiga hari pindah sekolah di MI Karangasem karena mengikuti keluarganya yang mengungsi. Dia tidak menggunakan seragam sekolah karena keluarganya tidak sempat membawa banyak barang saat mengungsi. Sebelumnya, David bersekolah di SD 12.

"Saya sama bapak dan ibu ngungsi tengah malam naik motor. Jadi banyak barang yang ditinggal di rumah. Seragam juga nggak dibawa," jelas bocah laki-laki yang bercita-cita menjadi polisi tersebut.

Hal senada juga diceritakan Fika Silmi Sholatina (10). Saat mengungsi, bapak dan ibunya terlihat panik sehingga tidak banyak barang yang dibawa. Dia berpindah tempat pengungsian dua kali dan sekarang tinggal di Pos KKN Kampung Gelgel Klungkung Bali.

"Waktu itu hampir jam 11 malam. Saya sudah mau tidur terus katanya Gunung Agung mau meletus. Saat keluar mau ke pengungsian, jalanan sepi kayak kota zombie," kata Fika.

Baca juga: Hindari Informasi Hoaks, Warga Berdatangan ke Pos Pantau Gunung Agung

Dia sendiri merupakan siswi MI Karangasem, dan seperti David sepupunya, dia baru tiga hari bersekolah di tempat baru.

"Saya sempat bawa tiga seragam dan alhamdulilah bisa sekolah di sini," jelas Fika.

Dia mengaku ingin segera pulang ke rumahnya, karena kangen dengan teman-teman sekolahnya. Selain itu dia tidak punya teman bermain dan merasa bosan hanya tinggal di tempat pengungsian.

"Sama ibu nggak boleh pergi jauh-jauh mainnya. Nggak ada temannya juga. Untung sekolah dari pagi sampai siang jadi ada teman baru," jelas bocah perempuan yang bercita-cita sebagai guru tersebut.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Regional
'Social Distancing' Tak Efektif, Jabar Buka Opsi 'Lockdown' Zona Merah Covid-19

"Social Distancing" Tak Efektif, Jabar Buka Opsi "Lockdown" Zona Merah Covid-19

Regional
Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Regional
Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Regional
Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Regional
Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Regional
2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X