Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Berita Populer Nusantara: Seorang Nenek Paksa Remaja Berhubungan Badan hingga Kasus Diskriminasi Siswi SD

Kompas.com - 18/07/2017, 10:54 WIB

KOMPAS.com - Jo, seorang nenek berusia 80 tahun di Kota Palembang, Sumatera Selatan, dituding memaksa seorang remaja inisial AR (13) untuk berhubungan badan.

Berita ini menjadi terpopuler di rubrik regional atau nusantara pada pekan ini.

Nenek ini dilaporkan oleh orangtua korban ke polisi. Dalam laporannya, nenek Jo mengancam korban untuk dibunuh jika tidak bersedia diajak berhubungan badan.

Baca juga: Remaja 16 Tahun yang Nikahi Nenek 71 Tahun Akan Dapat KTP

Berita populer lainnya adalah Seorang kepala desa di Kabupaten Cilacap tertangkap tangan melakukan pungutan liar sebesar Rp 515 juta.

Pelaku bernama Ridwan, terbukti memeras PT Lautan Emas Jaya sebesar Rp 515. Perusahaan tersebut berlokasi di Desa Widara Payung yang dipimpin Ridwan.

Berita lainnya yang juga dibaca banyak orang adalah tentang penerimaan siswa baru di Gunungkidul, Yogyakarta. Sekolah Dasar Negeri Wonolagi di Desa Ngleri, Kecamatan Playen, hanya mendapat tiga orang siswa baru.

Baca juga: Pelaku Paedofilia Ditangkap, Modusnya Jemput Korban ke Sekolah

Maklum sekolah tersebut berlokasi di desa terpencil yang jumlah penduduknya sedikit, hanya 47 keluarga.

Berikut ini 5 berita terpopuler dari seantero Nusantara sepanjang hari kemarin yang tak boleh Anda lewatkan:

1. Seorang Nenek Berusia 80 Tahun Paksa Remaja untuk Berhubungan Badan

 Seorang nenek berusia 80 tahun, Jo di Kota Palembang, dilaporkan ke polisi karena memaksa seorang remaja inisial AR (13) untuk berhubungan badan.

Sang ibu korban, Roh (33), mengadukan kejadian itu ke SPK Terpadu Polresta Palembang, Sabtu (15/7/2017).

Di hadapan petugas, warga yang tinggal di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I, Palembang, itu mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah mendengar cerita dari anaknya, AR (13).

Ia pun tak habis pikir mengapa nenek tersebut tega melakukan hal itu kepada buah hatinya.

"Anak saya ini masih kecil tapi dipaksa begituan, saya tidak diterima pak," terangnya.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Kakek 62 Tahun Nikahi Gadis 18 Tahun

2. Kepala Desa Tertangkap Tangan Lakukan Pungli Sebesar Rp 515 Juta

Satuan Petugas Sapu Bersih Pungutan Liar Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Desa Widarapayung Kulon, Kecamatan Binangun bernama Ridwan (40), Jumat (23/6/2017).

Ridwan diamankan bersama barang bukti uang sebesar Rp 515 juta yang diduga merupakan hasil pungutan liar kepada PT Lautan Emas Jaya (LEJ) yang beralamat di Jalan Lancang desa setempat.

Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai sebanyak Rp 100 juta, dan cek sebesar Rp 415 juta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap AKP Agus Supriyadi saat merilis hasil OTT, Senin (17/7/2017) mengatakan, pada tanggal tersebut, petugas mendapat informasi bahwa akan ada transaksi pungli yang dilakukan tersangka kepada PT LEJ dengan modus menarik kompensasi atas aktivitas usaha tambak udang seluas 35 hektar di pesisir Pantai Widarapayung Kulon.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Diperiksa, 4 Guru yang Diduga Terlibat Pungli Penerimaan Siswa di Jepara

3. Sekolah Ini Hanya Memiliki Siswa Baru 3 Orang

Hari pertama masuk sekolah di SDN Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, tak berbeda dengan sekolah lainnya.

Murid kelas 1 diantar orangtuanya untuk mengikuti hari pertama sekolah, Senin (17/7/2017).

Namun tak banyak siswa yang masuk kelas 1, hanya 3 orang. Mereka adalah Alfin Emirul Vata (7), Aira Diyah Ayu (7), dan Yasmin Korina Pratiwi (7). Mereka mengikuti kelas hari pertama dengan perkenalan diri dan syawalan.

Guru sedang Mengajar di Sd Wonolagi, Ngleri, Playen, Gunungkidul, Senin (17/7/2017)KOMPAS.com/Markus Yuwono Guru sedang Mengajar di Sd Wonolagi, Ngleri, Playen, Gunungkidul, Senin (17/7/2017)

Kompas.com berkesempatan mengikuti hari pertama sekolah di SD Wonolagi.

"Ayo Mas Alfin umurnya berapa sekarang?" kata salah seorang guru, Tri Hariyani. "Lupa buu, berapa ya umur saya sekarang," jawab Arfin.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Hari Pertama Sekolah, Siswa SMAN 30 Garut Demo Tagih Janji Gubernur Jabar

4. Bupati Anas Undang Siswi Korban Diskriminasi untuk Sarapan

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengundang NWA, siswa yang mengundurkan diri dari SMP 3 Genteng, untuk sarapan di ruang kerja Bupati Banyuwangi, Senin (17/7/2017).

NWA adalah siswa yang memilih mengundurkan diri dari SMP 3 Genteng karena merasa ada diskriminasi di sekolah tersebut, yakni menerapkan aturan menggunakan jilbab bagi siswinya, sedangkan NWA sendiri beragama non Islam.

NWA mengajak Bupati Anas untuk swafoto saat diundang sarapan di Kantor Bupati Banyuwangi. NWA sebelumnya menerima perlakuan diskriminatif di SMP Negeri 3 Genteng, Banyuwangi. Kini, NWA telah diterima di SMP Negeri 1 Genteng, Banyuwangi. FIRMAN ARIF/KOMPAS.com NWA mengajak Bupati Anas untuk swafoto saat diundang sarapan di Kantor Bupati Banyuwangi. NWA sebelumnya menerima perlakuan diskriminatif di SMP Negeri 3 Genteng, Banyuwangi. Kini, NWA telah diterima di SMP Negeri 1 Genteng, Banyuwangi.

NWA datang ke kantor Pemkab Banyuwangi dengan menggunakan seragam putih merah, di temani dengan ayahnya Timotius Purno Ribowo. Mereka dijamu langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan menikmati sarapan pecel rawon.

"Ayo makan dulu. Ini ditambah nasinya biar cepat besar," kata Anas sambil mengambil nasi dan meletakkan di piring NWA.

Pada momen terserbut, Bupati Anas sempat menanyakan kepada NWA apakah senang di sekolahnya yang sekarang.

"Iya senang, Pak. Sekarang diterima di SMPN 1 Genteng malah pilihan yang pertama kalau sekolah sebelumnya sebenarnya pilihan kedua. Tapi lewat jalur minat, bakat, dan prestasi bukan lewat reguler," kata NWA malu-malu.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Ada Diskriminasi Terhadap Siswi Non Muslim di Banyuwangi, Bupati Anas Marah

5. Pulang MOS, Siswa Ini Meninggal Setelah Minum Soda Campur Susu di Kafe

 Seorang siswa SMA, ST, meninggal saat sedang beristirahat di rumah temannya, di Jalan Parit Bugis, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Senin (17/7/2017) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepala Polsek Sungai Raya, AKP Haryanto mengungkapkan, peristiwa berawal ketika korban yang tinggal di Jalan Adisucipto menjemput temannya, RS, sekitar pukul 06.28 WIB untuk berangkat bersama-sama ke sekolah.

"Korban mengendarai sepeda motor menjemput temannya untuk berangkat sama-sama hari pertama ke sekolah untuk mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS)," ujar Haryanto, Senin sore.

Korban saat dibawa ke rumah sakit (17/7/2017)Dok. Polsek Sungai Raya Korban saat dibawa ke rumah sakit (17/7/2017)

Kegiatan MOS, sambung Haryanto, berlangsung hingga pukul 10.00 WIB. Kemudian, korban bersama rekannya pergi ke salah satu kafe di wilayah Pontianak Timur.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Mendaki Gunung Gede Pangrango untuk Ospek, Seorang Mahasiswa Tewas

Kompas TV Saat disambangi, nenek yang bernama Suparni ternyata masih produktif dalam bekerja.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com