Air Danau Toba Tercemar, Warga Terpaksa Jalan Kaki 3 Km untuk Dapat Air Bersih

Kompas.com - 13/06/2017, 07:00 WIB
Danau Toba terlihat dari Pulau Samosir, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATDanau Toba terlihat dari Pulau Samosir, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu.
EditorCaroline Damanik

SAMOSIR, KOMPAS.com - Masyarakat pesisir Danau Toba, tepatnya di Desa Huta Ginjang Lontung, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, menghadapi persoalan serius.

Mereka yang berdiam di tepi danau kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum. Warga pun terpaksa berjalan ke perbukitan dengan jarak sekitar 3 kilometer untuk mencari sumber air lalu membawa ke rumah.

"Kami mau mengambil air minum ke bukit sana. Tiap pagi dan sore begini. Banyak teman-teman sekampung ini tugasnya mengambil air minum setiap hari. Itulah sumber air minum kami satu-satunya," ujar Giovan Situmorang, warga Desa Huta Ginjang Lontung, yang memiki rutinitas mengambil air dari sumber mata air di perbukitan.

Gio masih bersekolah. Ia siswa SMP. Menurut Gio, teman-teman seusianya bahkan yang lebih muda sudah terbiasa melakukan punya tugas utama menjunjung atau memikul air dari perbukitan.

Ibarat perumpaan menyebut, ayam mati kelaparan di lumbung padi. Demikianlah kiranya tidak berlebihan menyebut sebagian masyarakat Pulau Samosir mengalami kesulitan air bersih akibat Danau Toba tercemar limbah.

"Air danau persis di bawah kaki kami. Karena memang berada di depan rumah. Tapi kami harus berjalan berkilo-kilometer demi mendapat air minum. Karena air danau, sumber air minum kami sebelumnya, sudah tidak bisa lagi kami konsumsi, " ujar seorang ibu, Boru Nainggolan, warga Huta Ginjang Lontung yang tinggal di tepian danau, seraya menunjuk Keramba Jaring Apung (KJA) yang sepelemparan batu dari rumahnya.

Berdasarkan pantauan di Desa Huta Ginjang Lontung, belum lama ini, para remaja memang sibuk mengangkut air untuk keperluan rumah. Bahkan sejak pagi, mereka sudah disibukkan aktivitas menyediakan air bersih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hari itu, fajar senja nyata. Tanda-tanda kehidupan mulai tampak dilakukan warga pesisir Danau Toba. Beberapa anak sebelum berangkat sekolah memulai aktivitasnya dengan mengambil air minum di daerah berbukit berjaraknya hampir tiga kilometer dari perkampungan.

(Baca juga: JK: Tanah Sekitar Danau Toba Boleh Gersang, tetapi Otak Jangan)

Rutinitas tersebut dilakukan anak-anak sebelum pergi ke sekolah, telah dilakoni beberapa tahun belakangan. Sebabnya, sumber air minum sebelumnya yaitu air Danau Toba sudah tidak layak lagi dikonsumsi.

Air ditampung menggunakan ember atau jeriken. Perempuan umumnya menjunjung ember, sedangkan laki-laki membawa jeriken di pundak.

Menurut warga, mereka harus menempuh jarak jauh tersebut untuk memperoleh air minum sejak keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) milik PT Aquafarm Nusantara di perairan Danau Toba pada tahun 2000-an.

Jarak KJA ini dari daratan perkampungan Huta Ginjang Lontung hanya sekitar 200 meter. Desa ini bisa ditempuh dari Tomok selama 30 menit dengan mengendarai sepeda motor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.