Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Berita Populer Nusantara: Pria Ditahan karena Diduga Hina Presiden dan Kapolri di Facebook hingga "Laut Mati" Juga Ada di Indonesia

Kompas.com - 07/06/2017, 09:01 WIB

KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap satu anggota DPRD Jawa Timur, dua kepala dinas dan tiga staf dewan di Surabaya pada hari Senin. Keenamnya lalu dibawa ke Jakarta kemarin.

KPK menduga para kepala dinas memberikan uang suap kepada Basuki. Uang tersebut bertujuan untuk menghindari pengawasan dan pemantuan DPRD Jatim tentang penggunaan anggaran kedinasan untuk tahun anggaran 2017.

(Baca juga: Apa Kabar Malioboro, Ikon Kota Yogyakarta?)

Selain itu, ternyata "Laut Mati" juga ada di Indonesia, tepatnya di Nias Utara. Kadar garam yang tinggi membuat semua benda, termasuk manusia bisa mengapung saat berada di atas air tanpa perlu berenang.

Berikut ini 5 berita terpopuler dari seantero Nusantara sepanjang hari kemarin yang tak boleh Anda lewatkan:

1. KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan 5 Pejabat di Surabaya

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Ketua Komisi B DPRD Jatim Moch Basuki mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) ke sejumlah pejabat Pemda Jawa Timur di Surabaya, Senin (5/6/2017). Mereka yang tertangkap akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta, Selasa (6/6/2017).

"Hari ini dibawa ke Jakarta," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

KPK menangkap setidaknya lima orang, yaitu seorang anggota DPRD Jawa Timur, seorang pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Jatim dan tiga staf dari kesekretariatan dewan DPRD Jatim.

KPK juga sudah menyegel ruang Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochamad Basuki sejak Senin (5/6/2017) siang.

Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yakni Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Moch Basuki, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Bambang Heriyanto dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Rohayati.

Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Dua Kepala Dinas Dijaring KPK, Ini Komentar Gubernur Soekarwo


2. Digerebek Polisi, Gadis Belia Ini Bersembunyi di Dalam Lemari Hotel

Seorang gadis belia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, nyaris mengelabui polisi saat dirinya bersama pasangannya digerebek di salah satu hotel kelas melati.

Dalam razia ini, polisi mengamankan tiga pasangan yang diduga melakukan perbuatan mesum di dalam kamar.

Penggerebekan yang digelar aparat kepolisian ini dilakukan pada Senin (5/6/2017) pukul 23.45 Wita di salah satu hotel kelas melati Jalan Poros Trans Sulawesi, Kelurahan Mangngalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Razia ini merupakan rangkaian operasi cipta kondisi selama bulan Ramadhan.

Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Culik dan Sekap Wanita demi Fantasi Seks, Widarta Diperiksa Kejiwaannya


3. Diduga Hina Presiden dan Kapolri di Facebook, Seorang Pegawai Kontrak Ditahan

KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI Kabid Humas Polda Sultra dan tersangka penghina presiden dan kapolri saat memberi keterangan pers di Mapolda Sultra.
Polda Sulawesi Tenggara menangkap seorang pegawai kontrak PT Telkom Kendari berinisial NS (27). Ia diduga telah menghina Presiden dan Kapolri.

NS diciduk di kediamannya di Jalan Anawai, Kelurahan Wuawua, Kota Kendari, Sultra pada Minggu (4/6/2017) sore. Penangkapan itu terkait dugaan penghinaan terhadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian di akun Facebook miliknya.

Tak hanya itu, dalam akun Facebook-nya, NS banyak mem-posting hal-hal yang berbau provokatif, seperti penghinaan dan ujaran kebencian terhadap Presiden, Kapolri, dan salah satu partai politik.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Soenarto mengatakan, yang bersangkutan diamankan setelah tim patroli Cyber Ditreskrimsus Polda Sultra menemukan postingan dari akun Nursalam yang dapat menimbulkan kebencian atau permusuhan antarindividu, suku, dan agama.

Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Pria Ini Disebut Hina Presiden dan Kapolri di Facebook Sejak 2016

4. Waketum Gerindra: Kalau Ridwan Kamil Insyaf Kita Akan Dukung

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil saat berbincang dengan Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).
Partai Gerindra masih membuka peluang untuk mendukung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Jabar 2018 mendatang.

"Kalau pak Ridwan Kamil insyaf kita akan dukung. Kalau tidak insyaf terpaksa kita lawan," ujar Ferry Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra Ferry Juliantono saat ditemui di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (6/6/2017).

Selain itu, Ferry meminta Ridwan Kamil mengakui jika memang ada intimidasi dari Partai Nasdem dan Kejaksaan Agung sebagai alasan dirinya mau menerima pinangan partai besutan Surya Paloh tersebut sebagai bakal calon gubernur.

" Partai Gerindra lebih senang Ridwan Kamil secara gagah mengatakan tidak takut terhadap ancaman jaksa agung," ucapnya.

Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Ridwan Kamil Jawab Tudingan Durhaka terhadap Gerindra dan Prabowo


5. Pantai Tureloto, "Laut Mati" Indonesia di Nias Utara

KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWA Helga, wisatawan asal Jerman, sedang mengitari batu-batu terumbu karang yang muncul ke permukaan yang ada di sepanjang Pantai Tureloto, Nias Utara, Sumatera Utara.
Laut Mati, danau yang berada di wilayah Israel dan Yordania, terkenal dengan keindahan dan  mempunya air dengan kadar garamnya yang tinggi. Saking tingginya, flora dan fauna pun susah untuk hidup di danau ini.

Kadar garam yang tinggi membuat semua benda, termasuk manusia bisa mengapung saat berada di atas air tanpa perlu berenang.

Di Indonesia, ternyata ada daerah yang karakteristiknya mirip dengan Laut Mati. Tepatnya di Pantai Tureloto, Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Pantai ini mempunyai pemandangan yang indah dan air di pantai ini juga mengandung kadar garam yang lumayan tinggi. Sehingga para pengunjung pun bisa mengapung tanpa harus berenang.

Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Terbuat dari Perunggu, Patung Bung Karno di Blitar Bernilai Rp 1,9 Miliar

 

 

Kompas TV Pusaran Korupsi BPK dan Kemendes

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com