TNI Perketat Penjagaan Perbatasan Menyusul Unjuk Rasa Eksplorasi Minyak di Timor Leste

Kompas.com - 27/03/2016, 11:09 WIB
Ilustrasi: prajurit TNI AD KOMPAS.com/Ika FitrianaIlustrasi: prajurit TNI AD
|
EditorIcha Rastika

ATAMBUA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 725/Woroagi, memperketat penjagaan di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, menyusul terjadinya unjuk rasa di Timor Leste yang menuntut negosiasi ulang perjanjian eksplorasi minyak dan gas di Celah Timor.

Penjagaan dilakukan di perbatasan dengan melakukan patroli rutin di daerah zona netral batas negara.

Siaga ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya konflik yang tidak diinginkan.

Dengan menggunakan senjata lengkap, anggota TNI mulai menggelar kegiatan patroli keliling perbatasan dengan menyusuri hutan zona netral batas negara dan memantau langsung patok-patok batas negara Indoesia dan Timor Leste.

Anggota TNI juga secara siaga mematau langsung situasi di jalur tikus guna mencegah terjadiya penyelundupann barang ilegal maupun warga yang melintas secara illegal.

Wakil Komandan Pos Silawan, Serka Husen Raat, kepada sejumlah wartawan, Minggu (27/3/2016) mengatakan, selama satu minggu ini, dilakukan penjagaan lebih ketat lagi pasca-terjadinya aksi damai yang dilakukan di Timor Leste yang membuat aktivitas lumpuh total di negara itu.

“Patroli yang dilakukan setiap minggu itu untuk mengantisipasi penyelundupan dan warga yang melintas secara illegal. Pengamanan perbatasan ini akan dilakukan lebih ketat lagi demi keamanan wilayah Indonesia dan Timor Leste terutama di pintu perbatasan utama Motaain agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar dia.

Untuk diketahui, sebanyak 10.000 warga, aktivis, mahasiswa dan mantan pejuang kemerdekaan Timor Leste, menggelar demonstrasi di luar Kedutaan besar Australia di ibukota Timor Leste, Dili.

Tuntutan para demonstran itu yakni, adanya negosiasi ulang perjanjian eksplorasi minyak dan gas di Celah Timor yang ternyata hanya menguntungkan Australia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Nelayan Jadi Gagah di Tengah-tengah Kapal Asing'

"Nelayan Jadi Gagah di Tengah-tengah Kapal Asing"

Regional
445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

Regional
Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Regional
Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Regional
Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Regional
Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Regional
Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Regional
Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Regional
Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Regional
Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Regional
Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Regional
Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Regional
Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Regional
Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Regional
Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X