Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Video 3 Pemandu Karaoke di Semarang Keroyok Teman Seprofesi gara-gara Dugaan Korupsi Mami Karaoke

Kompas.com - 30/09/2022, 13:58 WIB
Muchamad Dafi Yusuf,
Khairina

Tim Redaksi

 

SEMARANG, KOMPAS.com - Beberapa waktu yang lalu, viral di media sosial tiga pemandu karaoke di Sunan Kuning Kota Semarang ditangkap polisi.

Tiga pemandu karaoke tersebut ditangkap karena terbukti melakukan pengeroyokan kepada sesama rekan kerja.

Peristiwa pengeroyokan tersebut diduga disebabkan karena isu korupsi Mami alias bos pemandu karaoke.

Baca juga: Tak Terima Teman Dijelekkan di Depan Pelanggan, 2 Perempuan Keroyok Sesama Pemandu Karaoke

Tiga pelaku tersebut bernama Vita Ayu Trianingrum (19), warga Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Aqil (27), dan Selvinda (21) yang bersasal dari Kabupaten Lampung Tengah.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Dicky Hermansyah mengatakan, tiga pemandu karaoke ditangkap lantaran menganiaya teman seprofesinya.

"Korban bernama Lina alias Bunga mengalami luka berat," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/9/2022).

Dia menjelaskan, kejadian itu terjadi di teras Wisma Karaoke Arum Dalu, Jalan Argorejo IV Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Kejadian sekitar pukul 01.00 WIB," ujarnya.

Baca juga: Tagih Biaya Perawatan karena Dianiaya, Pemandu Karaoke di Paser Malah Dianiaya Lagi

Saat itu, korban sedang melayani tamunya berkaraoke di Wisma Tiga Putri. Namun, tiba-tiba korban dijemput para pelaku dan diajak pulang ke Wisma Arum Dalu.

"Sesampainya di teras Wisma Arum Dalu para pelaku langsung mengeroyok korban," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan, korban mengalami luka fisik seperti pukulan, tendangan dan jambakan pada rambut korban.

"Pelaku memukul dengan tangan kosong, menendang dan menarik rambut korban," kata dia.

Penganiayaan tersebut bermula dari dugaan korupsi dari pelaku kepada Mami Karaoke. Korban dianggap mengadu ke Mami Karaoke terkait dugaan tersebut.

"Soal dugaan korupsi uang kerja. Sehingga para pelaku dicuekin dan dibenci oleh Mami itu," ungkapnya.

Setelah korban dikeroyok oleh para pelaku, dia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Semarang Barat.

"Setelah itu kita telusuri dan kita amankan," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Pleno Tingkat Kecamatan, Perolehan PDI-P di Solo Turun Jadi 20 Kursi

Pleno Tingkat Kecamatan, Perolehan PDI-P di Solo Turun Jadi 20 Kursi

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Jumat 1 Maret 2024, dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Jumat 1 Maret 2024, dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Hindari Jalan Berlubang, Warga di Demak Tewas Terlindas Truk

Hindari Jalan Berlubang, Warga di Demak Tewas Terlindas Truk

Regional
Tak Terima Ditilang, Pengendara di Bima Berdoa di Tengah Jalan agar Polisi Dapat Hidayah

Tak Terima Ditilang, Pengendara di Bima Berdoa di Tengah Jalan agar Polisi Dapat Hidayah

Regional
Petugas Panwaslu di Mimika Hilang 17 Hari, Tubuh Penuh Luka Goresan Saat Ditemukan

Petugas Panwaslu di Mimika Hilang 17 Hari, Tubuh Penuh Luka Goresan Saat Ditemukan

Regional
Kapolda Maluku Copot Kapolsek Manipa karena Malas Berkantor

Kapolda Maluku Copot Kapolsek Manipa karena Malas Berkantor

Regional
Sidang Lanjutan Wanprestasi, Pihak Gibran Tegaskan Tak Ada Perjanjian dengan Almas

Sidang Lanjutan Wanprestasi, Pihak Gibran Tegaskan Tak Ada Perjanjian dengan Almas

Regional
Dua Kecamatan Jadi Sorotan, Ratusan Polisi-TNI Amankan Rekapitulasi KPU Lombok Barat

Dua Kecamatan Jadi Sorotan, Ratusan Polisi-TNI Amankan Rekapitulasi KPU Lombok Barat

Regional
Prabowo-Gibran Unggul di Pilpres, Gerindra Blora Klaim Suaranya Bertambah

Prabowo-Gibran Unggul di Pilpres, Gerindra Blora Klaim Suaranya Bertambah

Regional
Cerita Parjianto, Jual Durian dengan Harga Rp 15.000, Sehari Laku 700 Buah

Cerita Parjianto, Jual Durian dengan Harga Rp 15.000, Sehari Laku 700 Buah

Regional
Jaksa Tuntut Kades Terjaring OTT di Sumbawa Barat 7 Tahun Penjara

Jaksa Tuntut Kades Terjaring OTT di Sumbawa Barat 7 Tahun Penjara

Regional
Pelajar Ketahuan Bawa Senjata Tajam, Polresta Magelang Tutup Peluang 'Restorative Justice'

Pelajar Ketahuan Bawa Senjata Tajam, Polresta Magelang Tutup Peluang "Restorative Justice"

Regional
Suara PDI-P di Salatiga Tetap Unggul, tapi Jumlahnya Menurun

Suara PDI-P di Salatiga Tetap Unggul, tapi Jumlahnya Menurun

Regional
Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu Kandung di Aceh Besar

Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu Kandung di Aceh Besar

Regional
'Memang Jatahnya Lahirnya Tanggal Segitu, Masa Mau Ditahan, Mau Kembali ke Rahim”

"Memang Jatahnya Lahirnya Tanggal Segitu, Masa Mau Ditahan, Mau Kembali ke Rahim”

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com