Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KPK Geledah Gedung Lampung Nahdiyin Center, Temukan Bukti Kasus Suap Rektor Unila

Kompas.com - 14/09/2022, 14:27 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti transfer terkait kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Lampung (Unila).

Bukti itu ditemukan setelah berlangsung penggeledahan dalam tiga lokasi di Lampung pada Selasa (13/9/2022).

"Tim penyidik telah selesai melakukan penggeledahan di beberapa tempat dan lokasi yang berbeda," kata Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (14/9/2022).

Baca juga: Kasus Rektor Unila, KPK Geledah Gedung Lampung Nahdiyin Center

Ali Fikri mengungkapkan, tiga lokasi yang digeledah yaitu Kantor Yayasan Alfian Husin, Kampus IIB Darmajaya di Jalan ZA Pagar Alam.

"Di lokasi ini diperoleh dokumen terkait transfer dana dan bukti elektronik," kata Ali Fikri.

Penggeledahan di lokasi ini terkait status tersangka Andi Desfiandi yang merupakan ketua yayasan tersebut.

Lokasi kedua yakni Gedung Lampung Nahdiyin Center (LNC) di Jalan Rajabasa Raya I. Di lokasi ini penyidik memperoleh sejumlah dokumen daftar donatur.

Kemudian lokasi terakhir yakni rumah di Jalan Nusantara, Gang Cemara (Bandar Lampung) dan rumah di Jalan Duren II, Blok E Jati Agung (Lampung Selatan).

Baca juga: Usai Kasus Suap Rektor Unila Terbongkar, Pengamat Sarankan Kemendikbud Ristek Kaji Ulang Seleksi Masuk PTN

Dari dua rumah itu, penyidik KPK memperoleh dokumen terkait SNMPTN dan pengumuman hasil SNMPTN, serta dokumen dana iuran kuliah.

"Seluruhnya akan dianalisis dan disita sebagai barang bukti dalam  berkas perkara ini," kata Ali Fikri.

 

Ali Fikri menambahkan, penyidik KPK juga resmi memperpanjang masa penahanan empat tersangka kasus suap PMB Jalur Mandiri Unila.

Keempat tersangka itu adalah Rektor nonaktif Unila Karomani, Wakil Rektor nonaktif Heryandi, Ketua Senat M Basri dan Andi Desfiandi (swasta).

Baca juga: Korupsi Rektor Unila, Anggota DPR Jihan: Jangan Kaitkan Lulusan FK Unila dengan Karomani

"KPK telah memperpanjang masa penahanan para tersangka masing-masing selama 40 hari, terhitung sejak 9 September sampai nanti 18 Oktober 2022," kata Ali Fikri.

Keputusan perpanjangan masa penahanan itu diperuntukkan proses pelengkap alat bukti dan pemberkasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 dari 4 Pencuri Kerbau di Karo Tewas Diamuk Massa, Ini Kronologinya

2 dari 4 Pencuri Kerbau di Karo Tewas Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Detik-detik Siswa SMK Tusuk Teman Sekelasnya di Palembang, Pelaku Bawa Pisau hingga Berusaha Kabur

Detik-detik Siswa SMK Tusuk Teman Sekelasnya di Palembang, Pelaku Bawa Pisau hingga Berusaha Kabur

Regional
Wanita di Jambi Lecehkan 17 Anak, Psikolog: Soal Penyimpangan Seksual, Perlu Asesmen Mendalam

Wanita di Jambi Lecehkan 17 Anak, Psikolog: Soal Penyimpangan Seksual, Perlu Asesmen Mendalam

Regional
Jembatan Ambruk di Seram Bagian Barat akibat Banjir, Akses Transportasi Lumpuh

Jembatan Ambruk di Seram Bagian Barat akibat Banjir, Akses Transportasi Lumpuh

Regional
Ditinggal Makan, Mobil Dinas di Rote Ndao yang Diparkir Berjalan Mundur hingga Tabrak Kios

Ditinggal Makan, Mobil Dinas di Rote Ndao yang Diparkir Berjalan Mundur hingga Tabrak Kios

Regional
GP Mania Bubarkan Diri, Ketua Sahabat Ganjar Jateng Singgung soal Relawan Bunglon

GP Mania Bubarkan Diri, Ketua Sahabat Ganjar Jateng Singgung soal Relawan Bunglon

Regional
Labfor Polda Bali Olah TKP Pembakaran Hotel di Lombok Timur

Labfor Polda Bali Olah TKP Pembakaran Hotel di Lombok Timur

Regional
Oknum Polisi dan Prajurit TNI di Asahan Curi Rel Kereta Api, Libatkan Anak di Bawah Umur

Oknum Polisi dan Prajurit TNI di Asahan Curi Rel Kereta Api, Libatkan Anak di Bawah Umur

Regional
1 Warga Aceh Tengah Tewas Diamuk Gajah, 80 Orang Mengungsi

1 Warga Aceh Tengah Tewas Diamuk Gajah, 80 Orang Mengungsi

Regional
Kisah Pilu Kakak Beradik di NTT, Lumpuh dan Hanya Terbaring selama Bertahun-tahun

Kisah Pilu Kakak Beradik di NTT, Lumpuh dan Hanya Terbaring selama Bertahun-tahun

Regional
Kronologi Siswa SMK di Palembang Ditusuk Teman Sekolah hingga Tewas, Korban Mengaku Kerap Di-bully Pelaku

Kronologi Siswa SMK di Palembang Ditusuk Teman Sekolah hingga Tewas, Korban Mengaku Kerap Di-bully Pelaku

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang hingga 1.500 Meter, 73 Orang Mengungsi

Guguran Lava Gunung Karangetang hingga 1.500 Meter, 73 Orang Mengungsi

Regional
Di Dalam Lato-lato, Dua Pemuda Ini Sembunyikan 150 Gram Sabu

Di Dalam Lato-lato, Dua Pemuda Ini Sembunyikan 150 Gram Sabu

Regional
Jelang WSBK 2023, Tak Ada Perbaikan Permukaan Aspal di Sirkuit Mandalika

Jelang WSBK 2023, Tak Ada Perbaikan Permukaan Aspal di Sirkuit Mandalika

Regional
Satu Keluarga di Kebumen Keracunan Ati Ampela, 3 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Satu Keluarga di Kebumen Keracunan Ati Ampela, 3 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.